Monday, 29 May 2017

Bus Pemain Dortmund Dibom, Motifnya Uang

Jumat, 21 April 2017 — 16:26 WIB
Bus pemain Dortmund yan luput dari ledakan bom (reuters)

Bus pemain Dortmund yan luput dari ledakan bom (reuters)

JERMAN – Motif pemboman terhadap bus yang membawa pemain Borussia Dortmund ternyata masalah uang atau finalsial. Tersangka berharap dengan adanya bom, saham Dortmund anjlok dan dia akan mendapat keuntungan banyak.

Hal itu terungkap setelah Kepolisian Jerman menangkap seorang pria berusia 28 tahun yang diidentifikasi sebagai pelaku bom bus tim Borussia Dortmund, Jumat (21/4) waktu setempat. Tersangka Sergej V. berkewarganegaraan ganda, Jerman dan Rusia.

Dari hasil pemeriksaan polisi, Sergej sempat meminjam uang di bank guna membeli 15,000 lembar saham Dortmund. Selain itu tersangka juga memiliki kontrak hak penjualan saham dengan harga tertentu.

“Apabila saham Borussia Dortmund anjlok drastis, maka keuntungan yang ia cetak bisa meningkat beberapa kali lipat,” demikian ungkap pihak kepolisian Jerman, sebelum menambahkan informasi bahwa adanya cedera serius atau kematian pemain Dortmund diperkirakan bakal menghasilkan keuntungan.

Tersangka juga diketahui memesan kamar di hotel L’Arrivee, tempat yang sama di mana penggawa Dortmund menginap sebelum melakoni leg pertama perempat-final Liga Champions, melawan AS Monaco dengan memilih kamar yang memiliki jendela menghadap ke jalan raya yang menjadi lokasi ledakan.

Akibat ledakan bom tersebut akhirnya laga Dortmund kontra AS Monaco yang sejatinya digelar pada 11 April ditunda hingga keesokan harinya serta melukai Marc Bartra. Dortmund pun yang terluka secara mental harus menelan kekalahan 3-2.

Atas perbuatannya, tersangka didakwa oleh jaksa setempat dengan pasal berlapis yakni percobaan pembunuhan, kepemilikan bahan peledak secara ilegal dan aksi yang mengancam keselamatan.(B)