Wednesday, 26 July 2017

Jangan Beri Anak-anak Makanan Tidak Halal

Jumat, 21 April 2017 — 6:50 WIB
halal

DALAM urusan soal anak, ibu adalah nomor satu, jika perlu nyawa jadi taruhan! Oleh sebab itu, agama mengajarkan, ibu adalah mahluk yang sangat-sangat harus dihormati sang anak. Sampai surga pun ada di telapak kaki ibu.

Jadi bisa dibayangkan bila seorang anak tidak hormat, apalagi durhaka, bisa dipastikan nggak bakalan dapat surga.

Seyogyanya, semua manusia pahamlah, seorang ibu itu sangat luar biasa dalam hubungan batin dengan anak. Dia mengandung selama 9 bulan, lalu melahirkan, menyusui, merawat sampai besar. Tanpa mengenal lelah, apa pun akan dilakukan, demi kehidupan dan perkembangan buah hatinya.

Kebanyakan ibu begitu. Tapi, ada juga sih sebagian kecil ibu yang tidak menginginkan kehadiran anak-anaknya. Membuang dan bisa juga ‘membunuh’. Tapi, seperti dikatakan sebelumnya, nggak banyak yang begitu. Lebih banyak ibu-ibu sayang sepenuh hati, walau dalam keadaan hidup kembang kempis.

Ambil contoh saja, seorang ibu di Bogor rela menjadi pencuri untuk makan anak-anaknya. Dia tak tega buah hatinya kelaparan, sementara sang suami menganggur. Si ibu tak pikir panjang, yang penting anak nggak kelaparan.

Bukan ingin membahas bahwa mencuri itu boleh, karena dalam kondisi atau alasan apalapun, nyolong itu nggak boleh. Salah secara hukum negara dan dilarang agama.
Tapi ini nasihat buat semua orang, itulah ibu, walapun sudah berjuang mempertaruhkan nyawa, hidup mati ketika melahirkan, setelah anak lahir dia tetap berjuang agar si anak tidak mati kelaparan.

Tapi Ibu mohon maaf, jika anak-anak ingin memperoleh surgamu, berilah asupan makanan yang halal. Bukan dengan mencuri atau nafkah hasil kejahatan lain. Percaya deh, Tuhan Maha Pemurah, banyak tersebar rezeki halal, asal mau usaha! – massoes