Wednesday, 20 September 2017

Kencani Brondong Tetangga Saat Ditinggal Suami Melaut

Jumat, 21 April 2017 — 7:10 WIB
cerai

KASMANU Cempreng, 20, termasuk mujur. Meski pekerjaan tidak jelas ada juga wanita tetangga yang mau menjadikan dirinya “brondong”. Saat dipenjara, sering dikirimi makanan. Setelah bebas Ny. Titin, 41, melayani pula mesum di ranjang, sampai kemudian digerebek suami.

Sudah bukan rahasia lagi, wanita jadi istri nelayan sering kesepian di malam hari. Soalnya ketika dingin semakin menggigit di tengah malam, suami justru sedang mencari ikan di lautan lepas. Pulang-pulang sudah pagi, dan setibanya di rumah langsung tidur. Sore hari berkemas lagi untuk kembali ke laut. Jadi waktu untuk keluarga nyaris tidak ada. Hari Minggu saja musti melaut, karena nelayan memang bukan PNS.

Ny. Titin warga Rapak Dalam, Loa Janan Ilir, Samarinda (Kaltim), merupakan salah satu wanita yang selalu kesepian di tiap malam. Jatah dari suami tak bisa ajeg dipasok. Mau menuntut juga kasihan, karena setibanya di rumah Nurdin, 45, selalu capek dan ngantuk. Maka jika harus melayaninya pun, asal saja tidak pernah fokus. Ibarat main bulutangkis, Ny. Titin maunya smash-smash tajam menukik, eh hanya diberi back hand doang.

Untung ada tetangga baik hati, namanya Kasman Cempreng. Orangnya sebetulnya ganteng, hanya suaranya cempreng, tak berbanding lurus dengan postur tubuhnya yang atletis. Diam-diam dia tertarik pada anak muda yang pekerjaannya tidak jelas itu. Bagi Ny. Titin, soal pekerjaan tak begitu penting, karena yang pentin bisa “ngerjai” dirinya. Dia berharap anak muda itu bisa mewakili suaminya sebagai pengusir rasa dahaga.

Sebagai tetangga, ketika mendengar kabar Kasman Cempreng ditahan gara-gara kasus narkoba, Ny. Titin suka membesuknya di tahanan sebagai rasa empati. Bukan hanya membesuk, tapi juga bawa oleh-oleh tentunya, dari kue-kue sampai buah-buahan. Gara-gara mendapat perhatian terus, Kasman Cempreng jadi tertarik juga pada Titin. Disebut brondong tidak masalah, yang penting kan bukan brondong jagung popcorn.

Meski usia sudah kepala empat, tapi Ny. Titin ini memang masih STNK, sehingga Kasman sering muncul otak nakalnya untuk bisa mengencaninya. Dia yakin bahwa bini Nurdin ini sering kesepian. “Saya juga mau kok jadi dewa penolongnya,” kata Kasman Cempreng, membayangkan dirinya sebagai Betara Surya, dewa dari kahyangan yang terkenal celamitan.

Sekali waktu dia pinjam tangga almunium di rumah Ny. Titin. Dia melayani hanya dengan menggunakan daster kuning kembang-kembang. Saat pulang memanggul tangga tersebut, secara iseng dia berkomentar nakal, “Mbak pakai daster begitu, saya jadi nggak bisa tidur.” Ternyata digoda demikian Titin tidak marah, bahkan menantang. “Memangnya berani, ayo silakan coba?”

Ditantang begituan, tentu saja Kasman Cempreng senang sekali. Selesai betulkan genting, dia balik lagi ke rumah Titin untuk mengembalikan tangga. Kebetulan rumah bini nelayan itu sedang sepi, maka langsung saja bini Nurdin diserbu. Dasar memang sedang menunggu serangan, maka serbuan Kasman Cempreng dilayani saja, sehingga kedudukan menjadi 1-0.

Sejak itu Kasman Cempreng jadi brondong yang konsekuen, artinya selalu siap melayani Ny. Titin. Sampai kemudian Nurdin dapat info bahwa bini di rumah suka selingkuh sama brondong tetangga. Maka Nurdin mencoba memancingya, dengan pura-pura pergi melaut seperti biasanya, padahal tidak, karena dia hanya sembunyi di rumah orang.

Benar juga, tak lama kemudian Kasman Cempreng sudah berlaga dengan Ny. Titin. Bersama tetangga dilakukan penggerebekan, sehingga keduanya tertangkap saat bergulat hidup dan mati. Tapi karena istrinya merengek-rengek minta maaf, keduanya dimaafkan dan tidak akan diproses secara hukum.

Mestinya, meski sudah dimaafkan, proses hukum jalan terus. (JPNN/Gunarso TS)