Saturday, 27 May 2017

Mendes Jadi Mediator Jaringan Bisnis Indonesia – Malaysia

Jumat, 21 April 2017 — 18:47 WIB
Menteri Desa Penanggulangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo

Menteri Desa Penanggulangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, menjadi mediator pertemuan sejumlah perwakilan perusahaan (jarinan bisnis) Indonesia dan Malaysia, di Kuala Lumpur.

Pertemuan dengan tajuk Indonesia – Malaysia Business Networking tersebut dilakukan sebagai bentuk pengembangan potensi kerja sama dan investasi dalam sejumlah proyek pembangunan di Indonesia.

“Peluang investasi dari Malaysia cukup besar. Kita harus bisa menyambut baik dan dikelola lebih serius, sehingga selain dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif, juga dapat menarik minat lebih banyak investor,” ujar Menteri Eko di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/4).

Perusahaan-perusahaan  yang ikut dalam pertemuan tersebut diantaranya bergerak di bidang industri, perbankan, pertanian, infrastruktur jalan tol, listrik,dan telekomunikasi.

“Kita tentu berharap, pada akhirnya masuk investasi dari Malaysia yang  mampu memberikan dampak positif yang lebih besar bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Salah satu yang kita harapkan adalah investasi untuk elektrifikasi di desa-desa sebesar 30.000 megawatt,” lanjutnya.

Dalam kunjungannya Kamis (20/4),  Menteri Eko turut serta mengajak sejumlah BUMN, diantaranya adalah PT. Wijaya Karya (WIKA) dan PT. PP. Mendes ditunjukvPresiden Jokowi   sebagai Pejabat Penghubung Investasi untuk membantu program percepatan pembangunan, khususnya bidang perekonomian.

Tugas lainnya antara lain mencari peluang investasi, mengidentifikasi dan mengatasi persoalan yang menghambat investasi di Indonesia, serta mengawal dan memastikan kelancaran proses realisasi investasi.

“Pertemuan ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan dengan pejabat tinggi Malaysia di Jakarta beberapa waktu lalu. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama ekonomi kedua negara, khususnya percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan,” ujar Menteri Eko. (Tri/win)