Tuesday, 27 June 2017

Rencananya Diedarkan Saat Puasa

Penadah dan Penimbun Minyak Goreng Curah Ditangkap

Jumat, 21 April 2017 — 18:58 WIB
Tersangka penadah minyak curah

Tersangka penadah minyak curah

JAKARTA (Pos Kota) – Penadah dan penimbun minyak goreng curah dibekuk jajaran Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin, (13/4/2017) lalu. Dalam satu tahun pelaku mengumpulkan 240 ton minyak goreng dan bisnis itu telah berjalan selama dua tahun, rencananya minyak diedarkan saat Bulan Ramadhan.

Saat penggerebekan, polisi tidak hanya mengamankan TA (50) sebagai penadah dan penimbun minyak goreng, namun juga menangkap KS (45) sopir truk tangki, saat menyedot minyak dari tangki mobil.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Hadiningrat mengatakan, modus pelaku yakni mengurangi muatan minyak goreng dari tangki mobil dengan cara merusak segel pabrik dan memanfaatkan tempat parkir truk di sekitar Jalan Raya Cakung-Cilincing untuk bertransaksi.

“Mobil tangki yang berisi 16 ton minyak goreng masuk ke dalam satu area seperti rest area di mana pelaku menggunakan pompa penyedot atau alkon kemudian dia keluarkan sejumlah 90 kilo,” kata Wahyu didampingi Kanit 3 Sundaling, Kompol Dedy Anung, Jumat, (21/4/2017).

Untuk setiap liter atau biasa kawanan ini sebut kencing, TA membeli dengan harga Rp6 ribu dari sopir minyak goreng, selanjutnya dijual kembali dengan harga Rp9 ribu di toko kelontong, sedangkan harga dipasaran Rp11 ribu hingga Rp15 ribu.

Dalam satu hari TA bisa menyedot minyak dari puluhan mobil tangki. Dan selama satu bulan ia telah mengumpulkan 10 ton minyak goreng curah. “Disini ada selisih harga sekitar Rp2.500,00-Rp3.000,00 per liter, itu yang menjadi keuntungan buat pelaku,” kata Wahyu.

Ia juga menyebut bahwa sebagian minyak akan di timbun oleh TA dan akam diedarkan saat Bulan Ramadhan nanti.

Sementara menurut pengakuan KS, dalam satu kali jalan untuk mengantarkan minyak goreng dari Marunda, Cilincing, Jakarta Timur ke agen di Bandung, Jawa Barat, ia diberi upah Rp500 ribu oleh bosnya. “Untuk tambah uang rokok,” katanya.

kombes-wahyu

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Hadiningrat (kiri), Kanit 3 Sundaling, Kompol Dedy Anung (kanan).

Selain mengamankan barang bukti berupa satu truk tangki bermuatan 15.540 Kg minyak goreng, Polisi juga menyita barang bukti 200 Kg minyak goreng hasil penadahan pelaku yang dikemas dalam drum, uang hasil penjualan dan alat sedot (alkon).

Tersangka KS dikenakan Pasal penggelapan dalam jabatan yakni Pasal 374 juncto Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 32 ayat 2 Juncto Pasal 30,31 UU RI Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi legal dan Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun pejara.

minyak-goreng

Sedangkan TA dikenakan Pasal 480 KUHP tentang penadahan hasil kejahatan dengan ancaman 5 tahun penjara. (Yendhi)