Monday, 24 April 2017

Penembakan di Paris: Satu Anggota Polisi dan Pelaku Tewas

Jumat, 21 April 2017 — 6:31 WIB
Penembakan terjadi di di Champ Elysees, pusat kota Paris, salah satu ruas jalan yang paling dikenal di dunia.

Penembakan terjadi di di Champ Elysees, pusat kota Paris, salah satu ruas jalan yang paling dikenal di dunia.

PRANCIS– Seorang anggota polisi tewas dan dua personel lain luka-luka dalam penembakan di Champ Elysees, pusat kota Paris, Prancis Kamis (20/04) malam.

Pejabat keamanan mengatakan insiden yang terjadi hanya beberapa hari sebelum pemungutan suara putaran pertama pemilihan presiden ini ‘mungkin adalah tindak terorisme’ dan penyelidikan antiterorisme sudah mulai dilakukan.

“Kalau melihat peristiwanya, anggota polisi memang sengaja dijadikan sasaran,” kata Pierre-Henry Brandet, juru bicara Kementerian Dalam Negeri.

Sebelumnya, pejabat Kementerian Dalam Negeri kepada kantor berita Reuters mengatakan ‘terlalu dini untuk mengetahui motif penembakan’.

Sumber-sumber polisi, juga kepada Reuters, mengatakan bahwa mungkin ini adalah upaya perampokan bersenjata.

Seorang pria bersenjata tewas dalam peristiwa ini. Polisi mengatakan ada beberapa orang yang terlibat dalam serangan yang berlangsung di jaringan toko Marks and Spencer di dekat satu stasiun kereta bawah tanah tersebut.

Turis dan orang-orang yang berada di lokasi berlarian menyelamatkan diri dan pihak berwenang sudah memerintahkan evakuasi sebagian kawasan di Champs Elysees, salah satu ruas jalan paling terkenal di dunia.

ambulan-polisi

Wartawan BBC di Paris, Hugh Schofield, mengatakan tembakan terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat, yang langsung membuat orang-orang yang berada tempat kejadian panik dan menyelamatkan diri.

Terorisme dan perlunya melindungi rakyat dari serangan teror menjadi salah satu tema penting kampanye pemilihan presiden.

Pemerintah masih menerapkan keadaan darurat setelah terjadi serangan terkoordinasi di Paris pada 2015 yang menewaskan 130 orang.

Tak kurang dari 50.000 petugas dikerahkan untuk mengamankan pemungutan suara pilpres hari Minggu (23/04). (BBC)