Tuesday, 23 May 2017

Retribusi Kaki-5 Binaan Jauh Lampaui Target

Jumat, 21 April 2017 — 14:24 WIB
Salah satu lokbin di Jakpus yakni di kawasan Kebon Sirih, Menteng. (Joko)

Salah satu lokbin di Jakpus yakni di kawasan Kebon Sirih, Menteng. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) РPenerimaan retribusi pedagang Kaki-5  binaan di Jakarta Pusat pada triwulan pertama, jauh melampaui target. Perolehan sepanjang tahun 2017 ditargetkan sebesar Rp 2,4 miliar, namun dari sejak Januari hingga Maret saja sudah terkumpul sekitar Rp 2,29 miliar atau sekitar 53 persen.

Kepala Suku Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah serta Perdagangan (KUKMP) Jakarta Pusat, Bangun Richard Hutagalung mengatakan, pihaknya optimis bakal melampaui target retribusi yang telah ditetapkan.

“Sejak awal memang target kami hanya sebesar Rp 202 juta/bulan yang berasal dari 3.291 PKL di lokasi binaan. Namun hasilnya ternyata di luar dugaan, jauh di atas target,” kata Richard, Jumat (21/4/2017).

Besarnya perolehan retribusi dari ratusan lokasi binaan (lokbin) dan lokasi sementara (loksem) dapat berjalan optimal, karena pihaknya selalu mengingatkan para PKL untuk membayar kewajibannya.

“Caranya adalah rekening para PKL harus ada isinya untuk dipotong secara debit buat bayar retribusi. Sebab, kendala yang banyak terjadi adalah saldo rekening para PKL kosong, sehingga pihak Bank DKI tak bisa mengutip retribusi yang dilakukan mingguan maupun bulanan,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya selalu mengingatkan para PKL agar mengisi saldo pada rekening masing-masing. Sebab, retribusi yang dipungut oleh Pemprov DKI relatif kecil dan tidak memberatkan pedagang.

Untuk Kaki-5 di lokbin dikenakan retribusi harian sebesar Rp 4 ribu sedangkan untuk loksem cuma Rp 3 ribu. Adapun lokbin dan loksem di wilayah Jakpus tersebar di banyak tempat antara lain kawasan Kebon Sirih, Tanah Abang, Pasar Senen, Menteng, Sabang, dan lainnya.

(joko/sir)