Thursday, 27 July 2017

Tiga Pembacok Polisi Ditembaki

Jumat, 21 April 2017 — 17:55 WIB
Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono didampingi Kasat Reskrim AKBP Nasriadi memintai keterangan para pelaku pembacok. (Ilham)

Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono didampingi Kasat Reskrim AKBP Nasriadi memintai keterangan para pelaku pembacok. (Ilham)

JAKARTA (Pos Kota) – Tiga dari tersangka pengeroyok dan pembacok Provos Polsek Metro Tanah Abang diringkus tim gabungan Polres Jakarta Utara dan Polsek Tanjung Priok. Tiga pelaku terpaksa ditembak lantaran melawan petugas.

Sedangkan tiga rekannya yang identitasnya sudah dikenal kini masuk dalam Daftar Penjaringan Orang (DPO). Ketika pelaku, Rahmatul Yadi (26) alias Cilot, Asep Suryaman (33), dan Yang Herlambang (35) merupakan residivis dalam kasus pencurian dan perampokan.

“Pelaku memang dikenal sebagai residivis pelaku jambret di Kampung Muara Bahari Tanjung Priok. Sedangkan tiga orang rekannya masih dalam pengejaran yakni Event, Hasan, dan Oto,” kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Dwiyono, Jumat (21/4).

(Baca: Pembacok dan Pengeroyok Polisi Diduga 10 Orang)

Dikatakan, pelaku nekat melakukan aksinya karena sudah terjerat narkoba dan hendak menjual Hanphone hasil jambretan untuk membeli narkotika jenis shabu.

“Saat ditangkap mereka hendak melawan petugas, sehingga anggota bertindak tegas menembak kaki para pelaku,” ujar Dwiyono.

Aksi pelaku terjadi, pada Kamis (13/4) sekitar pukul 19.00 WIB. Salah satu pelaku meminjam handphone milik Endi Suhendi (29) yang merupakan rekan anggota polisi, Briptu Didik Kuncoron,37. Saat HPnya di minta Endi tidak dikembalikan pelaku.

Malah ia di keroyok dan sempat dibacok mengenai perutnya, sedangkan rekannya, Wahyudin (34) selamat. Mengetahui aksi tersebut, Briptu Didik kemudian menengahi dan meminta handphone tersebut dikembalikan.

“Briptu Didik datang dan sudah bilang bahwa ia anggota polisi saat hendak menengahi dan menangani korban pengeroyokan atas nama Endi justru malah dianiaya dengan dikeroyok. Bahkan setelah diketahui itu polisi malah dibacok dan harta benda korbannya diambil,” jelas Dwiyono didampingi Kasat Reskrim AKBP Nasriadi.

Briptu Didik lolos dari amukan pelaku dan harus dirawat intensif di RSUD Koja akibat luka bacok di tubuhnya. Petugas kemudian mengejar pelaku dan l diringkus di kawasan terpisah di Tanjung Priok dan Koja.

Dari pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa celurit, pisau lipat, pakaian korban, dan satu unit motor pelaku.

Kepada penyidik, Yang Herlambang mengaku nekat mencuri HP hingga membacok lantaran tidak punya uang untuk membeli narkoba. “Saya juga tidak percaya kalau dia polisi. Waktu itu spontan aja karena dia menghalangi saya meminta HP,” ucap Yang.

Yang mengaku menyesal dan tidak mengulangi perbuatannya. “Saya habis bacok dia, tidak kabur tetap disitu. Saya menyesal, Pak,” tukas Yang, yang memiliki banyak tatto di lengannya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan Juncto Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 7 tahun. (Ilham)