Monday, 20 November 2017

Warga Swadaya Bangun Jalan Utama

Jumat, 21 April 2017 — 11:22 WIB
Muhammad Gultan, Ketua RW 07 Komplek Taman Lopang Indah saat do'a syukur bersama atas selesainya pembangunan jalan utama komplek

Muhammad Gultan, Ketua RW 07 Komplek Taman Lopang Indah saat do'a syukur bersama atas selesainya pembangunan jalan utama komplek

SERANG (Pos Kota) – Bertahun-tahun tidak kunjung mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Serang, warga Komplek Taman Lopang Indah (TLI) di Kelurahan Lopang, Kota Serang, secara swadaya memperbaiki jalan rusak.

Perbaikan jalan rusak pada jalur utama perumahan sepanjang 240 meter ini menelan dana sedikitnya Rp120 juta yang bersumber dari masyarakat dan pengusaha yang ada di lingkungan Komplek TLI.

“Perbaikan jalan ini murni swadaya masyarakat dan para pengusaha. Tidak ada satu rupiahpun kucuran dana dari pemerintah Kota Serang,” ungkap Ketua RW 07, Muhammad Gultan ditemui disela-sela acara doa bersama, Jumat (21/4/2017).

Meski demikian, perwira TNI berpangkat Kolonel CPM ini berharap pemerintah Kota Serang dapat merealisasikan perbaikan jalan rusak lingkungan pada bulan April ini. Pasalnya seluruh aset Komplek TLI sudah diserahkan dan sudah menjadi tanggungjawab Pemkot Serang.

“Karena seluruh aset Komplek TLI sudah menjadi tanggugjawab Pemkot Serang, kami berharap Pemkot Serang dapat merealisasikan perbaikan jalan rusak yang ada di lingkungan komplek. Pengajuan permohonan perbaikan jalan rusak sudah disampaikan tahun lalu,” kata Pamen yang bertugas di Mabes AD, Jakarta ini.

Mantan Komandan Denpom Serang jebolan Akmil 1986 ini menjelaskan sesuai musyawarah warga, perbaikan jalan utama direncanakan akan dilakukan menggunakan beton namun karena terkendala dana yang cukup besar, keinginan tersebut dibatalkan. Meski demikian, kwalitas pengasaplan cukup baik karena ketebalannya mencapai 15 cm.

“Kwalitas pengaspalan ini cukup baik, dan dikerjakan selama 5 hari oleh kontraktor,” kata Gultan.

Ditempat yang sama, H Mahyumi, tokoh masyarakat Komplek TLI meminta warga untuk bersama-sama merawat agar perbaikan jalan dari hasil keringat warga ini tidak cepat rusak. Menurut Mahyumi, sebagus apa-apapun kwalitas jalan kalau kalau penggunaannya tidak sesuai tonase akan cepat rusak.

“Soal drainase juga perlu diperhatikan, minimal yang ada di muka rumah dulu. Jangan sampai drainase yang sudah kita normalisasi ini mampet sehingga air menggenangi badan jalan,” pinta Mahyumi ditemui usai acara do’a syukur atas selesainya proyek perbaikan jalan.
(haryono/sir)