Friday, 23 June 2017

Korea Selatan Mulai Hapus Uang Logam dari Perekonomian

Sabtu, 22 April 2017 — 0:48 WIB
Uang koin Korea Selatan direncanakan akan ditiadakan sama sekali.

Uang koin Korea Selatan direncanakan akan ditiadakan sama sekali.

KOREA– Pemerintah Korea Selatan tengah melakukan uji coba penghapusan uang koin dari perekonomian negara tersebut.

Sejak Kamis (20/04), alih-alih menerima recehan koin, pelanggan di toko-toko tertentu bisa mendapat uang kembalian dalam bentuk penambahan saldo pada kartu prabayar, seperti kartu transportasi.

Dengan demikian, menurut Bank of Korea (BOK) sebagaimana dikutip kantor berita Yonhap, pelanggan tidak perlu membawa uang kembalian berupa uang koin setelah membayar tunai dengan uang kertas.

Sejumlah toko ritail besar turut ambil bagian dalam skema tersebut. Jika uji coba ini berhasil, bank-bank akan membolehkan uang kembalian langsung ditransfer ke rekening bank mulai tahun depan.

Seperti dilaporkan Korea Herald, hampir dua-pertiga khalayak yang disurvei BOK mengaku tidak lagi mengantongi uang logam. Bahkan, setengah dari seluruh responden mendukung rencana pemerintah untuk meniadakan uang koin.

Salah satu pendorong langkah tersebut adalah biaya memproduksi koin dibanding dengan nilai logam yang sebenarnya. Koin 10 won, misalnya, bernilai Rp117. Adapun koin dengan nilai nominal terbesar ialah 500 won yang setara dengan Rp5.872.

Data BOK menunjukkan negara menghabiskan 53,7 miliar won atau Rp630,8 miliar untuk memproduksi koin pada 2016.

Cha Hyeon-jin, salah seorang pejabat yang mencetuskan rencana ini, mengatakan belum ada keputusan jangka panjang soal uang koin.

Bagaimanapun, menurutnya, ada ‘peluang besar’ peniadaan koin dapat berujung pada masyarakat Korsel yang tak lagi menggunakan uang tunai di masa depan.(BBC)