Tuesday, 25 September 2018

Maut di Liburan Panjang

Rabu, 26 April 2017 — 5:45 WIB
bus

SEDIH campur prihatin ya, ketika musibah datang dalam liburan? Orang, siapa saja, bahwa yang namanya liburan itu mengaharapkan kesenangan, bukan sebaliknya. Tapi,apa yang terjadi, ternyata mereka ada yang mendapat musibah!

Musibah itu datang ada yang karena kelalaian manusia dan amukan alam. Yang terakhir ini misalnya, sejumlah pendaki gunung disambar petir. Kalau sudah bicara alam, barangkali faktor mausianya yang harus bisa membaca siatuasi dan kondisi cuaca. Kalau mau hujan, ya jangan jalan, karena dihawatirkan ada badai dan petir? Dan hati-hati dengan perangkat elekstronik yang bisa mengundang listrik, semacam HP, kalau mau aman matikan saja.

Nah, yang paling memprihatinkan adalah ketika musibah itu datang karena ulah manusia yang tidak taat peraturan. Seperti sopir bus yang punya tanggung jawab membawa orang banyak, tapi nggak profesional. SIM nggak punya, dan kendaraan tidak diperlengkapi dengan surat-surat yang jelas.

Belum lagi bus yang nggak layak jalan. Rem nggak bagus, mur-mur pada kendor, dan masih banyak lagi kondisi pisik kendaraan yang amburadul. Kalau begitu kan berarti seperti mengajak bunuh diri orang-orang nggak berdosa?

Kasus yang sama, sering terjadi. Bus dengan memuat banyak orang terguling karena rem blong, dan banyak memakan korban luka dan meninggal.

Kalau sudah begini bagaimana ya? Kok bisa lolos bus angkutan umum dari pemeriksaan petugas. Ada apa ini? Diperiksa nggak sih itu kendaraan? Apa masih ada kongkalikong. Wah, gawat deh kalau begitu.

Kasihan dong, masyarakat yang ingin menikmati angkutan dengan nyaman dan aman nggak terwujud, yang didapat malah penderitaan dan kesedihan.

Mau enjoy malah sengsara, karena ulah orang-orang yang ‘ngasal’ alias tidak profesional! – massoes