Tuesday, 23 May 2017

IKAN NEMO

Kamis, 27 April 2017 — 4:58 WIB

Oleh Harmoko

DI sebuah negeri yang gemah ripah lohjinawi, yang kaya akan sumber daya alam, sang baginda rajin beranjangsana ke tengah rakyatnya, tak terkecuali dengan anak-anak. Beliau rajin membuat kuis tantang ikan.

“Sebutkan jenis-jenis ikan, apa saja?” tanya sang baginda. Hadiah sepeda disiapkan bagi anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan. Ini bagus, untuk mengakrabkan anak-anak dengan alam sekitarnya.

Celakanya, pada suatu kawasan jenis-jenis ikan itu sudah sulit didapatkan lantaran ada proyek pengurukan pesisir. Ikan-ikan terusir entah ke mana. Nelayan-nelayan menjerit kehilangan sumber mata pencaharian.

Seorang adipati yang sangat setia kepada sang baginda kemudian mengingatkan perlunya memperkenalkan jenis ikan baru, ikan fiktif. Namanya Nemo. Kepada anak TK, sang adipati menyebutkan bahwa si Nemo itu mirip dirinya, suka melawan arus.

Bagi anak-anak TK, ikan-ikan fiktif itu bukan hal baru. Selama ini mereka sering menonton film animasi grafik komputer itu di sebuah televisi, yang ditayangkan secara berseri. Judulnya ‘Kinding Nemo’. Sayang, sang adipati tidak menyebutkan sosok ikan lainnya. Bruce, misalnya. Ini ikan hiu.

Bersama Anchor dan Chum, sesama hiu, Bruce mengakui sebagai vegetarian. Pengakun ini dimaksudkan agar ikan-ikan lain tidak takut dimangsa. Bruce juga memaksakan diri berperilaku seperti badut, berteman dengan ikan-ikan badut. Tetapi, karena Bruce dan dua temannya itu sering menunjukkan sifat aslinya, tetap saja komunitas ikan badut takut padanya. Hiu tetaplah hiu.

Walau sudah memproklamasikan diri sebagai ikan jinak yang lucu, mereka tetaplah ikan yang ganas, suka memangsa ikan-ikan kecil. Karena keganasannya itu, Bruce dimanfaatkan untuk menakut-nakuti dan menindas ikan kecil yang malang.

Akankah nanti sang baginda punya pertanyaan baru kepada anak-anak, misalnya, “Selain Nemo, apa saja nama ikan fiktif yang berpura-pura menjadi badut?” Anak-anak yang berhasil menjawab tidak lagi mendapat hadiah sepeda, melainkan apartemen di pesisir utara, misalnya. Iya, misalnya. Entahlah. ( * )