Saturday, 20 July 2019

Libas Penjahat, Siapa Takut?

Jumat, 28 April 2017 — 6:30 WIB
kumat

SASARAN kejahatan nggak pilih-pilih, nggak pandang bulu. Pedagang kecil juga boleh. Seperti pedagang tahu bulat yang sekarang lagi marak ada di setiap sudut kota.
Penjahat bukan saja menggasak uang hasil jualan, tapi tahu gorengnya juga diangkut!
Kejahatan di jalanan, biasanya merebut sepeda motor dan mobil, atau merampok truk bermuatan barang berharga. Merampas tas dan HP, menguras isi kantong korban. Dalam aksinya para penjahat juga nggak segan-segan melukai para korbannya.

Di mana tempat yang aman dari penjahat ya? Naik kendaraan umum, kendaraan pribadi dirampok, jalan kaki, naik bus dicopet? Usaha, kecil-kecilan saja diganggu penjahat dan preman?

Ya,nggak usah mengeluhlah, karena beginilah keadaannya. Tidak jelas apakah masyarakat yang kurang hati-hati suka pamer harta bendanya, atau penjahat yang terlau nekat, atau karena penegakan hukum yang lemah? Ya, bisa jadi ya, bisa jadi nggak.

Oleh sebab itu ini semua ya tanggung jawab kita bersama, masyarakat harus berani melawan kejahatan. Seperti peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu, dua gadis di Tangerang menyeruduk begal. Begitu pula supir taksi yang dengan segala cara bisa menyelamatkan diri dan membuat penjahat tak berkutik.

Jadi, nggak usah menunggu petugas, maklum mereka ini juga sangat sibuk. Apalagi belakangan ini mereka kosentrasi menjaga para elit poltik yang sedang berebut jabatan?

Sudahlah, kita warga masyarakat harus berani mandiri melibas penjahat. Berani, berani dan lawan, lawan penjahat! Tapi, jangan dihakimi, serahkan pada petugas yang berwenang agar diadili secara adil! -massoes