Wednesday, 26 September 2018

‘Nyepuh’ dengan Bu Dokter Mandi Darah Dibacok Dosen

Minggu, 30 April 2017 — 6:20 WIB
bacok

JELAS sudah hamil, dokter gigi Yusnia, 39, masih juga punya PIL. Beberapa hari lalu kepergok suami sedang “nyepuh” dengan PIL yang bekas teman di SMA dulu. Fahri, 39, pun kabur dan dikejar suami Yusnia dengan senjata pedang. Fahri dilumpuhkan setelah mandi darah. Untung segera ditolong penduduk.

Reuni dengan teman SMA memang sering berbuntut panjang, sehingga banyak suami atau istri melarang pasangannya datang ke acara itu. Takutnya terjadi CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). Bila terjadi yang demikian, rumahtangga yang sudah dibina sekian lama bisa kaco dibuatnya. Dengan mantan mengumbar syahwat, suami di rumah hanya bisa mengumpat.

Drg. Yusnia yang tinggal di Baturaja Timur (Sumsel), rumahtangganya baru dilanda krisis. Ini semua gara-gara dia nyambung lagi dengan bekas kekasih lama di SMA. Akhirnya, dari pertemuan di reuni malah berlanjut pertemuan di ranjang. Yusnia lupa dirinya dokter, Fahri juga lupa dirinya seorang pengusaha.

Yusnia dan Fahri memang sama-sama pelajar di SMA Palembang, lulus tahun 1996. Tahun 2016 lalu alumni SMA tersebut menggelar reuni, setelah 20 tahun berpisah. Fahri ketika ketemu Yusnia langsung sedut senut, sebab dulu pernah menjalin cinta. Begitu pula Yusnia, dia juga ingat masa indah saat bersama Fahri. Dua puluh tahun berpisah telah mengubah keduanya. Yusnia jadi dokter gigi dan Fahri jadi pengusaha.

Reuni selesai mustinya semuanya selesai. Ini tidak, keduanya suka telepon-teleponan, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan khusus di hotel. Jika sudah mangkal di hotel, mau apa lagi. Kisah cinta di SMA dulu dilanjutkan. Bila dulu hanya baru berkoalisi, kini benar-benar ada eksekusi. Bu dokter yang biasanya nyuntik, kini justru “disuntik” sang pengusaha dengan jarum yang tak sekali pakai.

Tak hanya sekali keduanya bertemu. Lama-lama Yusnia pun hamil; maju perutnya, bahagia suaminya. Ya, Gusman, 45, selaku suami Yusnia memang merasa bahagia, karena tak tahu bahwa janin di perut istrinya itu bukan hasil produksinya yang sudah ber-SII. Gusman yang berprofesi dosen itu memang jarang “mengunjungi” istrinya, karena saking sibuknya.

Sampailah kemudian ada yang memberi tahu bahwa istrinya punya PIL. Saat dipanggil dan diajak tabayun, ternyata Yusnia mengakui bahwa janin di perutnya itu saham mayoritasnya jusru teman di SMA dulu, sebagai hasil acara reuni. Meski sudah punya dua anak, dosen Gusman langsung menggugat cerai dan kini masih dalam proses.

Dulu saja jarang mengunjungi istri, apa lagi setelah ada masalah. Ternyata ini dimanfaatkan oleh dokter Yusnia. Sebagai dokter gigi dia mau unjuk gigi pada suami. Soalnya dia jadi makin nekad. Dia berani mengundang Fahri ke rumah dan bermesum ria laksana suami istri sendiri. Ini terjadi bukan sekali, tapi berkali-kali. Dan beberapa hari lalu, saat Fahri “nyepuh” kandungan di perut Yusnia, kepergok Gusman dan dikejar-kejar pakai pedang. Setelah kena bacok dan mandi darah, baru menyerah.

Setelah sembuh dari perawatan rumahsakit, perundingan segitiga digelar. Gusman memaafkan, tapi Fahri harus membayar sanksi hukum adat dengan beli sapi seharga Rp 15 juta untuk sedekah kampung. Di situ juga ada perjanjian bahwa pernikahan akan dilangsungkan setelah proses cerai selesai. Ada juga klausul yang mengatakan, bayi dalam perut Yusnia adalah mutlak anak Fahri, dan sebelum proses cerai selesai, Fahri dilarang keras “nyepuh” lagi bersama Yusnia.

Wah, ini yang berrrrrat! (SP/Gunarso TS)