Friday, 16 November 2018

Miryam Mangkir Karena Tidak Terima

Senin, 1 Mei 2017 — 22:31 WIB
Mantan anggota Komisi II DPR RI Miryam S Haryani dikawal petugas tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan (rihadin)

Mantan anggota Komisi II DPR RI Miryam S Haryani dikawal petugas tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan (rihadin)

JAKARTA (Poskotanews.com) –Miryam S Haryani mengaku mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena tidak terima ditetapkan jadi tersangka. Miryam ditetapkan jadi tersangka karena dugaan keterangan palsu.

“Klien saya itu kena Pasal 22 ya tentang keterangan palsu. Dalam sejarah KPK, baru ini, makanya kami keberatan dengan status tersangka ini,” kata penasehat hukum Miryam Aga Khan, Senin (1/5/2017).

Menurut Aga, tuduhan keterangan palsu itu bukanlah ranah KPK. Aga mengatakan, itu adalah kewenangan hakim untuk menilai keterangan seseorang dalam persidangan. “Keterangan palsu kan keterangan di muka persidangan, BAP itu tidak disumpah berarti boleh dong diubah. Di KUHAP mengenal keterangan di persidangkan,” ujarnya.

Aga membantah kliennya berusaha melarikan diri. Miryam kalut karena ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Selain itu, sebagai penasehat hukum dia juga sudah bersurat ke KPK untuk menjadwalkan pemeriksaan kliennya 26 April 2017.

“Saya janji ke KPK, Miryam akan datang 26 April, pada 25 saya berikan surat ada praperadilan, justru klien saya jadi DPO,” ujar Aga. Miryam akhirnya ditangkap di Hotel Grand Kemang Senin (1/5/2017) dini hari. (us)