Saturday, 19 August 2017

Hapal Pancasila

TKI di Hongkong pun Dapat Sepeda dari Presiden Jokowi

Senin, 1 Mei 2017 — 11:20 WIB
TKI di Hongkong dikunjungi jokowi

HONGKONG – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hongkong pun mendapat hadiah sepeda dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hadiah sepeda untuk dua TKI itu diberikan Jokowi, setelah dites Pancasila oleh Presiden, ternyata mereka tetap hapal.

Dua TKI tersebut adalah Romlah asal Jombang dan Iin dari Kediri. Saat itu, Presiden memang mengadakan acara bertajuk Temu Kangen Presiden RI dan Ibu Negara di di Asia World Expo Ground, Minggu (30/4) siang. Acara di Hongkong ini diagendakan Presiden setelah mengadakan kunjungan ke Filipina untuk KTT ASEAN.

Sebelum menyampaikan sambutannya, Presiden terlebih dahulu memutari gedung untuk menyapa dan bersalaman dengan masyarakat Indonesia di Hong Kong. Namun, tidak semua sisi dapat dijangkaunya karena begitu banyaknya masyarakat Indonesia yang memenuhi gedung pertemuan tersebut.

Oleh karena itu, dari sisi yang tidak sempat dihampirinya, Presiden meminta dua orang untuk tampil ke panggung, yaitu Romlah asal Jombang dan Iin asal Kediri.

Romlah yang mendapat kesempatan pertama, ditanya Presiden, ”Tidak lupa Indonesia kan?” Romlah menegaskan bahwa dirinya sangat mencintai Indonesia. Presiden pun meminta Romlah untuk menyebutkan Pancasila. Setelah berhasil menjawab, Presiden bertanya, ”Hadiah sepeda akan dikirim ke Jombang atau Hong Kong?”

“Jombang,” jawab Romlah. Presiden pun meminta Romlah mencatatkan alamatnya yang di Jombang kepada Ajudan Presiden Kolonel Mar Ili Dasili.

Ketika tiba giliran Iin, seperti juga Romlah, Presiden juga memintanya menyebutkan Pancasila. Setelah berhasil menyebutkan Pancasila, Presiden kembali bertanya, ”Akan dikirim ke Hong Kong atau Kediri?”

“Kediri,” jawab Iin. Presiden pun meminta Iin memberikan alamatnya di Kediri kepada Ajudan Presiden untuk mengirimkan sepedanya.

Setelah keduanya kembali ke tempat duduk, Presiden berpesan agar masyarakat Indonesia di Hong Kong tidak melupakan Pancasila. “Meski sudah di Hong Kong, jangan lupa Pancasila,” kata Presiden.

Indonesia, lanjut Presiden, adalah negara yang sangat besar dengan 17.000 pulau, 714 suku, 1.100 bahasa lokal yang berbeda-beda, 34 provinsi, 516 kota/kabupaten. Banyak pemimpin negara memuji kerukunan di Indonesia yang tetap terjaga meski memiliki keberagaman. “Indonesia tetap satu dalam persatuan dan kesatuan,” ucap Presiden.

Untuk itu Presiden berpesan agar jangan sampai terjadi gesekan yang dapat menyebabkan retaknya persatuan bangsa. “Meskipun kita beragam, kita majemuk, kita tetap satu Indonesia,” tegas Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menjelaskan pembangunan yang tengah dilakukan pemerintah saat ini, utamanya di bidang infrastruktur, seperti jalan tol di Sumatera dan Pos Lintas Batas Negara di wilayah perbatasan.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada kesempatan itu antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Kepala BKPM Thomas Lembong dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid.

Selain itu, grup musik Slank juga turut hadir menghibur Presiden bersama masyarakat Indonesia di Hong Kong.  (*/win)