Monday, 23 October 2017

Trump Tak Kesampingkan Aksi Militer Terhadap Korea Utara

Senin, 1 Mei 2017 — 6:13 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (reuters)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (reuters)

AMERIKA– Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia tidak mengesampingkan aksi militer terhadap Korea Utara, jika negara itu melanjutkan program nuklirnya.

Namun dalam wawancara dengan televisi CBS, Presiden Trump juga memperingatkan bahwa konflik yang melibatkan Korea Utara dapat menewaskan jutaan orang.

Ia menyebut upaya mengekang Korea Utara sebagai permainan catur.

“Kita tidak semestinya mengumumkan semua langkah kita,” kata Trump.

“Ini adalah permainan catur. Saya tidak ingin orang tahu pemikiran saya.”

Ditambahkannya bahwa Cina sebagai sekutu utamanya diharapkan akan membujuk Pyongyang untuk meninggalkan ambisi nuklirnya.

Di bagian lain, Trump menyebut pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, sebagai orang yang pintar karena mampu memegang kekuasaan di usia muda.

“Dan pada usia yang muda, ia mampu memegang kekuasaan. Saya yakin banyak orang berusaha merebut kekuasaan itu, apakah pamannya atau orang lain. Dan ia mampu mempertahankannya. Jadi tentu saja, ia adalah orang yang cukup cakap”.

Pemimpin Korea Utara itu memerintahkan eksekusi pamannya sendiri dua tahun setelah ia memerintah, dan baru-baru ini dicurigai memerintahkan pembunuhan kakak tirinya, Kim Jong-nam.

Namun demikian, kata Trump, langkah Kim Jong-un harus dihentikan. Pernyataan Trump ini merupakan bagian terbaru dari perang retorika dengan Korea Utara di tengah ketegangan yang dipicu oleh uji coba nuklir dan rudal negara tersebut.

Korea Utara telah berjanji akan terus melakukan uji coba rudal dan uji coba nuklir sebagai bagian dari upaya untuk menempatkan hulu ledak nuklir pada rudal balistik antarbenua yang dapat mencapai Amerika Serikat.

Uji coba rudal balistik terbaru dilakukan pada Sabtu (29/04), meski berdasarkan pemantauan terlihat misi tersebut gagal.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Korea Utara sebagai ancaman, tidak hanya bagi negaranya tetapi juga negara-negara tetangga di kawasan Asia.(BBC)