Sunday, 18 August 2019

Antisipasi Pangan Berbahaya, Lima Pasar Tradisional Dimonitoring

Selasa, 2 Mei 2017 — 20:03 WIB
Pemko Jaksel memeriksa sampel dagangan di Pasar Minggu

Pemko Jaksel memeriksa sampel dagangan di Pasar Minggu

JAKARTA (Pos Kota) – Mengantisipasi peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya, Pemko Jakarta Selatan mengambil 315 sampel dagangan di 5 pasar tradisional. Meski hasilnya negatif, monitoring akan terus dilakukan.

Sekretaris Kota Jaksel, Desi Putra menjelaskan pengawasan keamanan pangan terpadu merupakan kegiatan rutin di 10 kecamatan bertujuan melindungi konsumen dari potensi bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan. Di antaranya zat pengawet mayat (formalin), zat pewarna (Rhodamin), boraks, residu pestisida.

“Terhadap pedagang yang kedapatan menjual dagangan mengandung zat-zat berbahaya, akan kami usir dari pasar,” kata Desi saat pantauan di Pasar Minggu, Selasa (2/5).

Tim terpadu mengambil beberapa dagangan sebagai sampel selain di Pasar Minggu, juga menyisir Lokbin Pasar Minggu, Pasar Lenteng Agung, Pasar Mampang Prapatan, dan Pasar Buncit.

Kasudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jaksel, Wachyuni menambahkan dalam razia tersebut pihaknya berkoordinasi dengan UPT Pusat Produksi Inspeksi Sertifikasi Hasil Perikanan, UPT Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian.

“Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan bahan pangan produk pertanian, peternakan dan perikanan yang aman, sehat, utuh dan halal untuk.dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Dari 315 sampel yang diamankan meliputi bahan sampel pertanian, perikanan, dan peternakan yang hasil seluruhnya negatif. (Rachmi/win)