Saturday, 22 September 2018

32 Unit Ditemukan Tidak Layak

Buntut Kecelakaan Maut di Puncak Polisi Razia Bus Pariwisata

Selasa, 2 Mei 2017 — 21:23 WIB
Suasana razia bus di Tol Ciawai Bogor

Suasana razia bus di Tol Ciawai Bogor

BOGOR (Pos Kota) – Satuan Lalulintas Polres Bogor melakukan razia bus yang menuju Puncak Bogor, Jawa Barat Selasa (2/5/2017) malam. Hasilnya 32 bus tidak layak jalan masih beroperasi membawa penumpang.

Razia bus pariwisata yang menuju kawasan wisata Puncak, Bogor oleh kepolisian, guna mencegah bus-bus tidak layak jalan masuk ke Jalur Puncak. Seperti diketahui dalam dua pekan terakhir, dua bus pariwisata telah mengakibatkan kecelakaan maut di dua lokasi yang menyebabkan belasan orang tewas dan puluhan luka-luka.

Penyebabnya adalah karena bus yang tidak laik, sehingga rem blong dan mengakibatkan tabrakan beruntun.
“Hasil razia, ada 32 bus tidak layak jalan. Sebanyak 40 bus ditilang polisi, karena sopirnya tak punya SIM dan membawa STNK dan 52 bus terkena razia Dishub Kabupaten Bogor,”kata AKP Hasby Ristama, Kasat Lantas Polres Bogor.

Menurut AKP Hasby, 32 bus yang tidak layak jalan, oleh petugas, diminta putar arah ke Jakarta.

Puluhan bus tidak layak jalan, namun membawa penumpang dalam jumlah banyak ditemukan, rem tangan tidak berfungsi, kampas rem tipis, ban gundul, dan beberapa faktor lainnya.

“Bus yang tidak layak mayoritas bus pariwisata yang tengah mengangkut penumpang maupun wisatawan. Bus yang dianggap tidak layak jalan, ditampung di unit laka Tol Jagorawi yang berada di GT Ciawi. Penumpang dialihkan ke PO yang sama atau bus yang layak jalan,”kata AKP Hasby.

Petugas gabungan berjejer sepanjang Km 47 Tol Jagorawi. Bus yang keluar di GT Ciawi yang hendak menuju Puncak maupun Sukabumi, tidak bisa menghindar dari operasi.
“Kami minta pemilik PO mengganti armadanya bila tetap ingin melanjutkan perjalanan. Keselamatan penumpang kami utamakan,”ujar Kasat Lantas.

Dari kantor unit Laka di tol Jagorawi, ada 15 bus yang ditahan karena surat-surat tidak lengkap.

Kemudian ada 32 bus langsung berputar balik karena bus bermasalah setelah menurunkan penumpangnya ke bus lain. “Ada 52 bus ditilang oleh Dishub. Dari jumlah ini, ada 40 bus yang ditilang oleh kepolisian,” terang Hasby.

Bagi masyarakat yang hendak menyewa bus untuk tujuan wisata, agar lebih cermat dan teliti saat akan menyewa bus. Kecermatan dibutuhkan, untuk mencegah timbulnya kejadian yang berakibat pada hilangnya nyawa orang lain. (yopi)