Wednesday, 18 September 2019

Kuasa Hukum Habib Rizieq Belum Dapat Pangggilan Kedua Kasus Chat

Selasa, 2 Mei 2017 — 12:59 WIB
Habib Rizieq

Habib Rizieq

JAKARTA (Pos Kota) – Sugito Atmo Prawiro, kuasa hukum Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyebut, sampai hari ini Selasa, (2/5/2017), kliennya belum mendapat panggilan kedua dari Polda Metro Jaya terkait kasus chat berbau pornografi.

Menurut Sugito, alasan belum dilayangkan surat panggilan karena mungkin polisi tahu jika Habib Rizieq masih berada di Makkah menjalankan ibadah umrah. Sehingga jika menerima surat tersebut dipastikan tidak dapat hadir.

“Belum dapat panggilan. Polda mungkin tahu bahwa habib umroh sehingga panggilan akan disesuaikan dengan kepulangan habib dari umroh. Kalau dipanggil sekalipun nanti akan kami tanggapi bahwa habib masih di Makkah, pulang dari umroh baru saya bicarakan sama habib,” kata Sugito saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa, (2/5/2017).

Sugito menuturkan, dirinya tidak bisa pastikan kepulangan Habib Rizieq dari umrah pasalnya ia tidak di beritahu sebelumnya. “Kalau memang ada panggilan lagi sebagai warga taat hukum akan datang,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melayangkan surat panggilan pertama kepada Habib Rizieq untuk dimintai keterangan terkait chat mesum yang menyeret namanya, panggilan itu pada Selasa, (25/4/2017).

Tidak hanya dirinya, istri Habib Rizieq, Fadlun Yahya, juga turut dipanggil, namun baik Habib Rizieq maupun istri mangkir dengan alasan sudah ada agenda yang terjadwal.

Selain mereka berdua, tersangka permufakatan makar Firza Husein dan Kak Emma yang namanya disebut dalam chat juga turut dipanggil. Keduanya juga enggan hadir karena alasan kesehatan. Kemudian, Pimpinan FPI DKI Jakarta Muchsin Alatas juga turut dipanggil dan tidak hadir karena alasan ada agenda lain.

Sementara Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan sempat menyebut akan melakukan panggilan ulang kepada Habib Rizieq Cs setelah hari buruh atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2017. Bahkan ia tegaskan akan melakukan jemput paksa jika mereka kembali mangkir.

“Mungkin setelah satu Mei karena kita lagi fokus Hari Buruh artinya tanggal dua atau tiga hari Selasa (2/5/2017) mungkin. Kalau memang tidak hadir tentunya terpaksa kita jemput paksa,” tegas Kapolda, Rabu, (26/4).

(yendhi/sir)