Sunday, 19 November 2017

Punya Suami Sumbu Pendek Istri Ditelepon Main Bacok

Selasa, 2 Mei 2017 — 5:23 WIB
cel

BANYAK lelaki punya istri cantik, tapi yang cemburuannya kelewatan mungkin hanyalah Banawi, 40. Hanya istri ditelepon tetangga saja, langsung bikin fatwa bahwa Sabik, 35, menyelingkuhi istrinya. Tanpa pakai tabayun sebelumnya, begitu ketemu langsung saja Banawi main bacok. Untung saja tak sampai wasalam.

Punya bini cantik selalu menjadi dambaan lelaki. Tapi tak semunya bisa kesampaian. Justru sering terjadi sangat “menyakitkan”. Suami yang ganteng, bininya malah seperti limbuk. Sebaliknya pula, bini yang cantik luar biasa, suaminya justru jelek macam mercon bantingan. Tapi soal jodoh kan misteri Illahi, kita tinggal menjalani dan mensyukuri. Artinya, jika ditakdirkan berbini jelek, ya diterima saja apa adanya, jangan membayangkan Dian Sastro atau Paramitha Rasudi.

Lelaki mujur itu salah satunya Banawi, warga Sokobanah Kabupaten Sampang (Madura). Sebagai lelaki dia punya wajah pas-pasan, tanpa asesoris lagi. Tapi karena pintar cari duit, dia berhasil mendapatkan bini cantik macam Dalinah, 35. Saat pacaran dulu, pesaingnya banyak. Tapi berkat duit banyak dan pintar memainkan isyu SARA, jadilah Banawi sebagai suami Dalinah hanya dalam satu kali putaran.

Tapi ternyata, punya bini cantik justru hanya asyik di awal-awalnya saja. Selebihnya justru khawatir bini digondol orang. Soalnya, banyak lelaki yang suka lirak-lirik pada Dalinah. Padahal sudah tahu bahwa perempuan itu sudah menjadi domain Banawi, tapi masih ada saja yang mencoba menggoda. Dalinah ini bodinya memang seksi, sehingga ada pemeo di antara tetangga: maju (buah) dadanya, bahagai suaminya!

Banawi-Dalinah menikah sekitar 10 tahun lalu, tapi Banawi masih punya daftar kontestan waktu itu. Salah satu pesaing yang belum move on adalah Sabik, yang kebetulan juga warga kampung yang sama. Sebetulnya Sabik juga sudah berumahtangga, tapi sepertinya dia masih cari peluang bagaimana bisa menaikkan elektabilitas dan kemudian menggaet Dalinah.

Gara-gara ini Banawi tak bisa tenang meninggalkan istri lama-lama, khawatir digondol orang, khususnya Sabik tersebut. Banawi memang punya keyakinan, jika pasangan suami istri ini dibatasi 5-atau 10 tahun saja, pastilah Sabik akan maju lagi untuk memperebutkan Dalinah meski hanya lewat jalur independent.

Benar saja, beberapa hari lalu dia memergoki istrinya menerima telepon dari Sabik, cukup lama. Apa isi pembicaraan juga susah ditebak, sebab Dalinah hanya menjawab dengan: he-eh, oh tidak, jangan. Tapi dengan jawaban pendek-pendek itu Banawi jadi curiga bahwa istrinya memendam sesuatu. Langsung saja jadi terbakar emosi, maklum dia ini memang termasuk lelaki sumbu pendek

Jika Banawi bijak, mestinya tabayun dulu, dipanggil si Sabik, baru bikin fatwa. Ini tidak demikian, hanya dengan bukti telepon, langsung bikin fatwa bahwa Sabik hendak mengganggu istrinya. Kemarin dia bawa clurit dan mencari-cari Sabik. Begitu ketemu sedang pasang umbul-umbul di mesjid, Banawi hanya menegur dengan satu kata, “He, kamu telpon-telponan dengan istri saya ya?”

Tanpa menunggu jawaban ya atau tidak, langsung saja clurit disabetkan beberapa kali. Untung warga melerai dengan cepat, tapi Sabik kadung luka parah. Sementara dia dilarikan ke rumahsakit, Banawi ditangkap dan diserahkan ke Polsek Sokobanah. “Saya takut dia merebut istri saya.” Kata Banawi di depan petugas.

Padahal belum tentu telepon itu kampanye cinta. (JPNN/Gunarso TS)