Friday, 18 August 2017

Dibebaskan atau Tidak, Djarot Minta Ahok Terima Vonis Hakim

Rabu, 3 Mei 2017 — 21:16 WIB
Saat Ahok menjalani sidang.(dok)

Saat Ahok menjalani sidang.(dok)

JAKARTA  (Pos Kota) – Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat meminta kepada semua pihak untuk menghormati dan mempercayakan proses peradilan kepada hukum yang berlaku.

Djarot berharap pihak tersebut tidak mempengaruhi keputusan majelis hakim terkait kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Diketahui, Selasa  (3/5/2017) Pengadilan Negeri Jakarta Utara akan menggelar sidang dengan agenda vonis terhadap Ahok. Gerakan Nasional  Pengawal Fatwa  (GNPF) MUI berencana menggelar demonstrasi besar pada Jumat (5/5/2017). Aksi 505 ini dimaksudkan untuk mengawal independensi hakim.

“Biarkan hakim betul-betul mempunyai independensi dan rasa keadilan untuk memutuskan apapun. Tidak boleh hakim dipengaruhi siapa pun juga,” ujar Djarot di Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Mantan Walikota Blitar ini berharap dalam persidangan tersebut, hakim akan membebaskan Ahok dari segala tuduhan penodaan agama. Djarot merasa yakin Gubernur DKI Jakarta itu tidak terbukti bersalah terlebih setelah melihat fakta-fakta di persidangan.

Meski demikian, Djarot yang juga politisi PDI Perjuangan ini berharap Ahok juga dapat menerima apapun  eputusan dari majelis hakim nantinya.

“Menurut saya Pak Ahok dibebasin, dong, sesuai dengan fakta-fakta persidangan. Yang kedua, apapun keputusan dari hakim, Pak Ahok dan kita semua harus terima, dong. Aapun itu, dibebaskan atau tidak dibebaskan,” tandas Djarot.

Selasa (9/5/2017), kasus dugaan penodaan agama memasuki babak akhir. Ahok akan menghadapi vonis dari majelis hakim di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Dalam tuntutan, jaksa meminta hakim menghukum Ahok dengan penjara 1 tahun penjara dengan masa percobaan selama 2 tahun. (ikbal/win)