Tuesday, 20 November 2018

Mobil Dengan Roda Enam Dilarang ke Puncak

Kamis, 4 Mei 2017 — 17:29 WIB
Plang larangan dipasang di tempat  strategis

Plang larangan dipasang di tempat strategis

BOGOR (Pos Kota) – Guna mencegah kecelakaan di jalur wisata Puncak Bogor, Satuan Lalulintas Polres Bogor melarang kendaraan dengan roda enam melintas.

Larangan yang disosialisasikan lewat media massa dan pemasangan plang larangan ini berlangsung sejak Kamis (4/5/2017).

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama didampingi petugas dari DLLAJ Kabupaten Bogor, langsung turun lokasi dan memasang plang di jalan menuju Puncak.

“Upaya Satlantas Polres Bogor dalam rangka menekan fatalitas korban Laka Lantas di seputaran jalan menuju Jalur Puncak. Ini langkah kami mencegah kecelakaan. Truk dengan roda enam yang membawa muatan, dilarang melintas dikawasan wisata puncak,”kata AKP Hasby.

Ditambahkan, upaya Satlantas Polres Bogor untuk menekan korban laka lantas di seputar tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, juga sudah dipasang peringatan.

Ikut dalam pemasangan plang larangan kendaraan dengan roda enam melintas selain Kasat Lantas Polres Bogor, KBO Lantas, Kanit Dikyasa, Kanit Laka Satlantas,
Caper Jasa Raharja, anggota Unit laka Lantas Polres Bogor dan petugas PT Jasa Marga, pengelola jalan tol Jagorawi serta DLLAJ Kabupaten Bogor.

AKP Hasby mengaku, kecelakaan lalu lintas yang berulang di jalur wisata puncak, disebabkan beberapa faktor.

Diantaranya, faktor alam , faktor jalan hingga faktor manusia itu sendiri yang lalai, karena melanggar lalu lintas serta kondisi kendaraan sendiri yang tak layak, namun tetap dipaksakan beroperasi.

“Berbagai upaya kami lakukan, guna melindungi nyawa orang di jalan raya. Seperti memasang rambu-rambu peringatan sebelum masuk jalur puncak, larangan kendaraan berat maupun kendaraan di atas sumbu dua di seputaran Km 47, operasi rutin bus untuk mengecek kelayakan kendaraan serta loordinasi dengan Instansi terkait. Ini antisipasi kecelakaan lalu lintas jangka pendek yang sudah kami lakukan,”ujar AKP Hasby.

Saat ditanya larangan kendaraan besar dengan roda enam melintas di jalur puncak, AKP Hasby menegaskan, roda enam yang dilarslang ini adalah truk yg bermuatan lebih

“Karena truk bermuatan penuh, akan merusak jalan dan apabila rusak maka akan menyebabkan kemacetan panjang. Kita akan meminta kendaraan tersebut menggunakan jalur yang lain. Hal ini sebenernya sudah berlangsung lama seperti jika mengendarai Truk di tol dalam kota tidak boleh pukul 06.00 WIB-22.00 WIB. Jika tidak mengindahkan maka dilakukan penilangan,”tegas AKP Hasby. (yopi)