Friday, 21 September 2018

FIFA Cabut Sanksi, Lionel Messi Bisa Kembali Bela Argentina

Sabtu, 6 Mei 2017 — 8:00 WIB
Lionel Messi (reuters)

Lionel Messi (reuters)

SWISS– Tim Nasional Argentina boleh bernafas lega. Pasalnya FIFA telah mencabut larangan bermain empat laga kepada Lionel Messi. Larangan itu baru sekali dijalani oleh kapten Timnas Argentina itu ketika menghadapi Bolivia.

Sebelumnya, 29 Maret lalu, FIFA menjatuhkan skors empat laga kepada Lionel Messi setelah ketika itu dituduh terbukti melakukan tindakan tidak pantas terhadap hakim garis dalam partai kualifikasi Piala Dunia 2018 kontra Cile pada Kamis (23/3) lalu.

Keputusan ini dirilis hanya beberapa jam sebelum digelarnya kick-off duel Argentina kontra tuan rumah Bolivia. Messi juga didenda 10 ribu franc Swiss (sekitar Rp135 juta).

Seperti diketahui, Messi membuat kontroversi dalam laga kontra Cile itu. Meski mencetak gol tunggal kemenangan Argentina lewat titik putih, megabintang Barcelona itu terlibat adu mulut dengan hakim garis Marcelo Van Gasse setelah dilanggar.

Messi terlihat marah dan dilaporkan mengeluarkan kata-kata kasar kepada Gasse. Seusai laga, Messi juga menolak berjabat tangan dengan para wasit. Wasit Sandro Ricci tidak merinci kejadian itu dalam laporannya, namun FIFA tetap melakukan investigasi sebelum akhirnya memberikan hukuman berat kepada Messi.

Namun akhirnya, FIFA mencabut hukuman skors dan denda buat Lionel Messi. Bintang Barcelona itu pun bisa segera membela tim nasional (timnas) Argentina pada ajang internasional.

Skors untuk tiga laga lainnya tidak perlu dipenuhi oleh pemain Barcelona itu karena FIFA menerima banding yang diajukan Federasi Sepak Bola Argentina (AFA).

“Bukti yang ada tidak cukup untuk memberikan hukuman,” bunyi pernyataan FIFA.
Dengan begitu, Messi bisa kembali bermain saat Argentina bertamu ke kandang Uruguay, 31 Agustus 2017.

Laga itu berarti penting untuk Argentina. Mereka wajib menang demi lolos secara otomatis ke putaran final turnamen.

Meski demikian, pekerjaan rumah AFA masih belum selesai mengingat posisi pelatih timnas masih kosong setelah Edgardo Bauza didepak pada April lalu. Pelatih Sevilla Jorge Sampaoli menjadi favorit untuk menduduki jabatan ini.(B)