Friday, 16 November 2018

MLT Beasiswa Anak Peserta BPJS Ketenagakerjaan Akan Ditingkatkan

Selasa, 9 Mei 2017 — 11:16 WIB
Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette T. H. Lebang bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette T. H. Lebang bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

JAKARTA (Pos Kota) – Beasiswa bagi anak peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja akan ditingkatkan untuk dua anak dan hingga lulus perguruan tinggi.

“Kami sudah mengajukan peningkatan layanan tambahan ini ke Kementerian Ketenagakerjaan dan kementerian terkait lainnya. Ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja peserta program BPJS Ketenagakerjaan, ” jelas Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto usai menandatangani kerjasama dengan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) untuk implementasi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Jakarta.

BPJS Ketenagakerjaan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak demi perlindungan bagi seluruh pekerja. Sebelumnya sudah merangkul Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Dijelaskan Agus, Negara ingin hadir membantu pendidikan anak peserta agar tidak putus di tengah jalan, saat orangtuanya meninggal dunia. “Kebijakan meningkatkan layanan tambahan (MLT) beasiswa ini berlaku untuk semua peserta, baik penerima upah maupun bukan penerima upah, ” katanya.

Agus menjamin program ini bisa berjalan dan tidak akan mengganggu likuiditas lembaga.

BPJS Ketenagakerjaan juga mengembangkan MLT berupa fasilitas pembiayaan perumahan bagi pekerja. Pengembangan semua manfaat ini merupakan bukti keseriusan BPJS Ketenagakerjaan untuk terus meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Tentang Nota Kesepahaman tentang Sinergi Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang yang ditandatanganinya bersama Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette T. H. Lebang, Agus mengatakan, kerjasama ini bertujuan untuk mensinergikan dan mengoptimalkan peran PGI dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pekerja, bidang usaha dan Pendeta di Lingkungan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia.

Jumlah total entitas dibawah koordinasi PGI mencapai 89 gereja dan 25 lembaga mitra dalam negeri. “Sosialisasi dan edukasi tentang manfaat program jaminan sosial ketenagajerjasn akan dilakukan bersama agar pekerja anggota PGI bisa mendapatkan perlindungan paripurna. Perlindungan tidak terbatas pada sektor pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja informal, tetapi juga bagi pekerja anggota PGI yang bekerja pada sektor Penerima Upah (PU) atau pekerja formal tanpa terkecuali. Dengan iuran yang sangat terjangkau, manfaat yang diterima sangat besar,” jelas Agus.

Agus juga menambahkan, selain manfaat 4 (empat) program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kematian (JKm), BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki manfaat lainnya bagi pekerja usia produktif. Yaitu berupa pemberian diskon bagi peserta untuk produk-produk yang disediakan mitra BPJS Ketenagakerjaan, yang telah mencapai 440 merchan.

“Dukungan dari PGI sangat kami apresiasi, karena membantu kami memperkenalkan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan ke masyarakat yang lebih luas lagi. Kami akan terus melaksanakan upaya berkolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat, demi perlindungan masyarakat,” ujarnya.

(tri/sir)