Monday, 11 December 2017

Tak Perlu Lagi Unjuk Kekuatan

Rabu, 10 Mei 2017 — 5:55 WIB

MARI kita hargai dan hormati putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang memvonis dua tahun penjara bagi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam perkara penodaan agama. Ajakan ini disampaikan oleh sejumlah lembaga resmi, pimpinan lembaga dan pemimpin umat di Indonesia.

Tak kurang Presiden Joko Widodo mengajak semua pihak menghormati proses hukum. “Saya meminta semua pihak menghormati proses hukum yang ada serta putusan yang telah dibacakan majelis hakim,” kata Presiden Jokowi usai meninjau groundbreaking pembangkit listrik di Jayapura, Papua, Selasa (9/5/).

Sikap senada disampaikan Majelis Ulama Indonesia ( MUI). Ada empat sikap yang disampaikan MUI, point pertama adalah menghargai dan menghormati putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Sikap ini menjadi penting karena ditunggu khalayak. Pernyataan MUI ini tentu saja akan menjadi acuan masyarakat, menjadi pedoman umat muslim. Ini dapat diartikan MUI mengajak semua umat untuk menghormati putusan hukum yang telah diambil majelis hakim pengadilan.

Terkait dengan itu, kami pun mengapresiasi langkah awal Polri yang tidak saja mengajak semua pihak menghormati keputusan hakim, juga minta masyarakat, menatap masa depan demi Jakarta yang lebih baik lagi.

Karena itu Polri seperti dikatakan Karo Penmas, Birjen Pol Rikwanto, berharap tidak ada ekses, tidak ada lagi yang menduga-duga ataupun mengkira-kira adil atau tidak adil.

Apa yang diharapkan Polri itu, dapat dimaknai bahwa jika kita semua sudah menghormati putusan hukum perlu ditindaklanjuti dengan sikap dan perbuatan nyata dalam sehari – hari.

Kita perlu mengerem diri untuk tidak lagi memgembangkan beda pendapat dengan alasan pembenaran dan keadilan. Saatnya kita menyudahi permusuhan, jika selama ini merasa berada di dua sisi yang berbeda.

Akhiri konflik di segala level terkait permasalahan tersebut. Bukan saatnya lagi unjuk kekuatan ataupun mempertontonkan kehebatan dalam menyikapi persolan.
Kalau ada upaya banding itu adalah proses hukum yang harus kita hormati pula. Sah – sah saja kita mengawal proses hukum agar putusannya mampu memenuhi rasa keadilan masyarakat, tetapi janganlah berlebihan.

Begitu juga kalau ada yang merasa kurang pas dengan keputusan, hal yang wajar terjadi, tetapi hendaknya kita berkomitmen jangan disikapi berlebihan pula yang pada akhirnya bisa menimbulkan ketersinggungan.

Saatnya menghimpun energi dan menata diri untuk Jakarta ke depan, Jakarta yang mampu memberi kenyamanan dan perlindungan bagi warganya. Jakarta yang sejahtera. ( *).