Friday, 18 August 2017

Jaksa Agung Anggap Biasa Hakim dan Jaksa Beda

Jumat, 12 Mei 2017 — 20:25 WIB
Sidang vonis terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok oleh PN Jakarta Utara. (ikbal)

Sidang vonis terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok oleh PN Jakarta Utara. (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) -Perbedaan antara putusan hakim dan tuntutan jaksa dalam kasus persidangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merupakan hal biasa.

“Jaksa beda pendapat dengan hakim itu biasa terjadi. Itu tidak jarang, (tapi) sering terjadi, ” kata Jaksa Agung M Prasetyo, Jumat (12/5). Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara memvonis Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan pasal 156a. Sebalilnya, jaksa penuntut umum menggunakan pasal 156 dengan tuntutan satu tahun dengan masa percobaan dua tahun.

Menurut Prasetyo, perbedaan penerapan hukum sesuai mekanisme yang ada dan bisa dicari jalan keluarnya. “Saya denger terdakwanya (ajukan) banding. Jaksa pun, tentunya sesuai standar prosedur yang ada. Ya akan mengajukan banding. Disamping, juga pertimbangan lain yang menjadi bahan kajian, ” katanya.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Noor Rachmad juga enggan menjawab saat ditanya alasan banding perkara Ahok. “Sudah seperti yang disampaikan oleh Pak Jaksa Agung. Saya No Comment,” katanya.(us)