Tuesday, 12 December 2017

Keamanan Tanggungjawab Bersama

Jumat, 12 Mei 2017 — 6:03 WIB

HAMPIR setiap hari terjadi pencurian kendaraan bermotor baik di lingkungan permukiman maupun di area parkir di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Bahkan di tempat keramaian pun seperti di pasar, depan warnet, minimarket dan lokasi ramai lainnya penjahat mengincar.

Terbukti, Rabu (10/5/2017) dalam satu malam dua terduga pencuri motor tewas ditembak polisi di lokasi berbeda. Di Tangerang satu orang tewas ditembak saat terjaring razia, sedangkan di Koja, Jakarta Utara, lelaki yang kepergok mencuri motor ditembak mati saat kabur di atap rumah warga. Bisa jadi pada hari yang sama banyak peristiwa pencurian kendaraan, hanya saja tidak terpublish.

Maraknya pencurian motor membuktikan, di mana pun kita berada bandit mengincar harta benda warga baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Motor adalah barang yang paling diincar pelaku kejahatan lantaran mudah dijual dan gampang mendatangkan uang.

Mengandalkan polisi, di mana rasio jumlah personelnya sangat tidak seimbang dibanding jumlah warga, tidak mungkin aparat bisa mengawasi keamanan di seluruh wilayah Jakarta. Jumlah anggota Polda Metro Jaya saat ini berkisar 34 ribu personel, sedangkan jumlah penduduk mencapai 10 juta jiwa lebih.

Oleh karena itu menjadi polisi bagi diri sendiri, adalah langkah tepat guna menangkal kejahatan. Diperlukan kesadaran yang tinggi baik dari pribadi-pribadi, kelompok masyarakat maupun lingkungan tempat tinggal dalam melakukan upaya preventif. Misalnya, memastikan kendaraan yang ditinggal di tempat parkir dalam kondisi terkunci berlapis-lapis.

Begitupula di tempat permukiman, warga dituntut kompak menjaga lingkungan baik melalui kegiatan siskamling maupun kepedulian bila melihat hal-hal yang mencurigakan. Tanpa membangun rasa aware (peduli), atau perilaku individualistik masih kental, mustahil rasa aman bisa dibangun.

Menjelang bulan Ramadhan, diprediksi kejahatan musiman bakal muncul antara lain pencurian di kompleks permukiman, kejahatan jalanan seperti copet, jambret dan lainnya. Itu semua elemen masyarakat wajib meningkatkan kewaspadaan.

Esensinya, menjadi polisi bagi diri sendiri bermakna sebagai tindakan preventif mengamankan diri sendiri, cepat tanggap terhadap lingkungan karena soal keamanan adalah tanggungjawab bersama. Tindakan ini jauh lebih efektif ketimbang tindakan represif setelah ada kejadian, dan jangan menunggu peristiwa terjadi. **