Tuesday, 23 May 2017

Libatkan Masyarakat Berantas Mafia Gas

Sabtu, 13 Mei 2017 — 7:05 WIB

JELANG bulan Puasa beragam cara dilakukan oleh oknum pedagang untuk meraih untung sebanyak mungkin. Mengoplos gas subsidi ke tabung non subsidi merupakan satu cara untuk mendapatkan keuntungan berlipat seperti yang dilakukan di Cibodas, Kota Tangerang.
Kita mengapresiasi Polsek Jatiuwung bertindak cepat membongkar praktik mafia gas tersebut, kemarin ( 12/5) sehingga kerugian kian meluas dapat dicegah.

Praktik memindahkan gas subsidi kemasan 3 kg ( sering disebut gas melon) ke tabung 12 kg jelas sangat merugikan masyarakat. Ini tidak saja mengambil hak subsidi rakyat miskin, juga dapat menimbulkan kelangkaan gas melon di pasaran. Akibat lebih lanjut dapat mendorong kenaikan harga di pasaran.

Yang sangat dirugikan adalah rakyat miskin penerima gas subsidi. Sudah haknya diambil paksa oleh mafia gas, daya beli semakin melemah karena harga di pasaran menjadi mahal karena barangnya langka (tak ada di pasaran) setelah dioplos ke dalam tabung 12 kg.

Repotnya lagi kalau tabung hasil oplosan ditimbun terlebih dahulu, dijual ke pasaran setelah harganya naik. Dengan begitu keuntungan mafia gas menjadi berkali lipat.

Harga elpiji subsidi saat ini sebesar Rp 4.700 per kg atau Rp Rp14.100 per tabung isi 3 kg. Harga di pasaran bisa bervariatif tergantung kondisi pasar dan kebutuhan.

Seperti yang dilakukan mafia di Cibodas Tangerang, pelalu menjual elpiji per tabung kemasan 12 kg hasil oplosan sebesar Rp120.000, hampir tiga kali lipat.

Modus kejahatan ekonomi dengan mengoplos gas melon ke dalam tabung 12 kg sebenarnya bukan sekali ini terjadi. Sudah cukup banyak kasus gas oplosan ini dibongkar polisi, tetapi praktik semacam ini masih saja terjadi.

Ini dapat dipahami karena untuk mengoplos gas cukup mudah dengan peralatan sederhana, tetapi untungnya menggiurkan.

Untuk memperoleh efek jera, tiada lain hukuman berat untuk para pelaku kejahatan ekonomi ini. Hanya saja, acap terjadi yang tertangkap tangan adalah para karyawan /pekerja / pengoplos gas yang sedang beraksi. Sementara aktor di balik mafia ini sulit terendus. Ini dapat dipahami karena mafia gas ini bergerak secara tertutup. Itulah sebabnya dibutuhkan keterlibatan masyarakat melibas mafia.

Terkait dengan itu pula, operasi penindakan terhadap mafia gas dapat menjadi bagian dari tugas Satgas Pangan yang telah dibentuk Kapolri bersama sejumlah menteri terkait awal bulan ini.

Kami meyakini dengan terbentuknya Satuan Tugas ( Satgas ) Pangan di setiap daerah, tidak saja mencegah aksi para spekulan, penimbun dan kartel, juga akan memberi kenyamanan kepada masyarakat. ( *).