Saturday, 19 August 2017

Mengawini Janda Muda Digondol Anak Angkat

Minggu, 14 Mei 2017 — 5:38 WIB
telingku

SALAH sendiri, usia Fahri, 53, bukan lagi muda, kenapa mengawini janda saja yang usia 30 tahunan. Padahal di rumah Fahri punya anak angkat Hamzah, 29, yang masih bujangan. Pada akhirnya, Ida, 32, istri Fahri malah digondol Hamzah, mau dibawa ke luar kota. Tentu saja Fahri mencak-mencak lihat kelakuan Hamzah.

Jika menduda dalam usia sudah kepala lima, cari bini pengganti mustinya yang usia 40 tahun ke atas. Secara umum itu masih STNK (Setengah Tuwa Ning Kepenak), masih layak juga untuk pertandingan sekaligus persahabatan. Jika memaksakan diri mencari yang usia 30 tahunan, ya…..bakal menyiksa diri sendiri. Pada gilirannya nanti, ketika usia makin tua akan kepontal-pontal bagaikan bubuk makan kayu.

Fahri warga Ternate, Maluku Utara, rupanya termasuk lelaki yang demikian. Ketika menjadi duda dalam usia sudah kepala lima, ternyata masih kepengin menikah lagi. Sebab hidup tanpa istri terasa menjadi jomblo sekali. Kalau di Jakarta sih, bakal diberi solusi Cagub Sandiaga lewat Kartu Jakarta Jomblo (KJJ), lha di Maluku Utara, siapa yang peduli?

Sayangnya, sepertinya Fahri tak menyadari bahwa dirinya sudah bukan lagi muda. Cara “lawan” saja janda yang masih usia 30 tahunan, bukannya yang berusia 40 tahunan. Katanya usia lebih muda itu di samping tenaga masih prima, juga masih enak digauli dan perlu. Beda dengan yang usia kepala empat, di rumah hanya akan menjadi mitra persahabatan pada akhirnya.

Ternyata Fahri memang hanya menang teori doang. Baru beberapa bulan menikah dia sudah tidak bisa memberikan pelayanan sistem 24 jam pada Ida, istrinya yang masih sangat seksi menggiurkan itu. Ibarat main bulutangkis, Ida minta diberi smash-smash tajam menukik, eh…….bisanya Fahri menyerang dengan back hand, itu pun bolanya suka nyangkut di net.

Di rumahnya Fahri punya anak angkat namaya Hamzah. Orangngya jelas masih muda, ganteng, santun dan pintar bicara. Soal kelakuan, nggak tahulah. Dia rupanya tertarik pada istri ayah angkatnya itu. Dia suka mencuri-curi pandang melihat kecantikan ibu tirinya. Dalam otak Hamzah, dia bukan lagi ibu tiri, tapi perempuan yang pasti bisa memenuhi selera dan dahaga asmaranya.

Ternyata Ida juga menangkap aspirasi urusan bawah anak angkat suaminya itu. Karena dia sendiri juga tak tertuntaskan gairahnya selama ini, akhirnya dilayani saja. Di rumah yang sama, Ida sering melayani gairah Hamzah yang luar biasa. Maklum memang masih sangat muda, jelas lebih rosa-rosa ketimbang Mbah Marijan.

Tahu-tahu beberapa hari lalu Ida menghilang dari rumah. Tambah aneh lagi, Hamzah juga tak ada lagi di kamarnya. Fahri baru ngeh ketika tetangga memberitahukan bahwa tadi pagi keduanya pergi bersama, katanya mau ke pelabubuhan. Mau ngapain? Merasa ada firasah buruk, Fahri pun mengejar ke pelabuhan.

Beruntung di pelabuhan Ternate masih terkejar. Ida sudah naik kapal duluan, sedangkan Hamzah yang masih di bawah bisa “disandera”. Katanya mau ke Bacan, Halmahera Selatan. Akhirnya Ida ke Bacan sendiri, sementara Hamzah diserahkan ke polisi Polsek Ternate. Dalam pemeriksaan anak angkat itu mengakui bahwa sering mengangkat ibu tirinya ke atas ranjang.

Urusan begituan, Fahri jadi tega sama Hamzah anak angkat sendiri. (JPNN/Gunarso TS)