Thursday, 27 June 2019

‘Ngetren, Jelang Puasa Mal Jadi Sasaran Pengemis’

Minggu, 14 Mei 2017 — 18:55 WIB
Petugas P3S Sudin Sosial Jaksel menjaring  ibu dan anak  di kawasan HR Rasuna Said, Kuningan. (Rachmi)

Petugas P3S Sudin Sosial Jaksel menjaring ibu dan anak di kawasan HR Rasuna Said, Kuningan. (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari. Namun ibukota, termasuk Jakarta Selatan, semakin dikepung gelandangan, pengemis dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Kepala Suku Dinas Sosial Jaksel, Mursidin Nasir mengakui pihaknya melalui 100 petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) harus kerja eksta dalam menghalau serbuan PMKS di 10 kecamatan.

“Seperti trend setiap tahun, masjid dan mushola, pemakaman hingga pusat perbelanjaan menjadi sasaran empuk bagi gelandangan pengemis (gepeng) untuk mengais rezeki dari masyarakat,” kata Mursidin, Minggu (14/5/2017).

Dalam tiga hari terakhir tim P3S Jaksel menjaring sekitar 40 gepeng dari sejumlah lokasi di antaranya kawasan HR Rasuna Said, Kuningan, TB SImatupang Cilandak, Mampang dan Pasar Minggu. Puluhan gepeng itu langsung digelandang ke Panti Sosial di Kedoya, Jakbar.

Mursidin menambahkan berdasarkan pantauan pengemis yang beroperasi di Jakarta Selatan mayoritas berasal dari Tasikmalaya, Indramayu, dan Cilacap.

Secara terpisah Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Chaidir mengatakan pihaknya memperketat pengawasan PMKS di 2 zona yakni di pasar, mal, tempat keramaian dan tempat ibadah.

“Memang terjadi peningkatan hasil penjangkauan PMKS di ibukota. Sebulan terakhir 708 PMKS diamankan dari total 3.303 orang yang dijaring selama 5 bulan terakhir,” imbuhnya.

Ia mengimbau masyarakat supaya tidak memberikan uang ke gepeng dan sebaiknya diserahkan ke yayasan atau panti-panti sosial. (rachmi/yp)