Saturday, 19 August 2017

Satpol PP Sedang Jomblo Penjaga Warung Dinodai

Senin, 15 Mei 2017 — 6:21 WIB
duit

JADI tukang menertibkan bangunan, tapi Satpol PP bernama Zonfadli, 45, ini mentalnya justru tidak tertib. Melihat penjaga warung yang ditertibkan cukup cantik, oknum Satpol PP di Surabaya itu langsung merayu dan menghamili Marisa Hongkue, 17. Karena tak mau tanggungjawab, akhirnya jadi urusan polisi.

Kaum lelaki itu di mana saja sama. Jika melihat “barang bagus”, jadi lupa anak bini di rumah. Dia tak peduli bahwa ulahnya itu bisa mengancam karier dan masa depannya, karena yang penting “barang bagus” itu jadi miliknya dan kemudian masuk itu barang! Padahal setelah benar-benar masuk itu barang, si lelaki mata keranjang itu jadi lupa akan tanggungjawabnya. Akhirnya harus masuk bui dan tak masuk kantor lagi, karena dipecat.

Kelakuan Zonfadli oknum Satpol PP dadi Kota Madya Surabaya, persis seperti itu. Bertugas menertibkan bangunan yang melanggar Perda, justru dimanfaatkan untuk cari keuntungan pribadi. Jika hanya untuk mencari benggol (baca: uang), itu masih mending. Yang dilakukan Zonfadli justru untuk memanjakan dia punya bonggol (baca: alat vital). Padahal di rumah, dia punya istri dan anaknya pun tiga.

Sekitar 6 bulan lalu Zonfadli bersama sejumlah anak buanyag menertibkan warung liar di kawasan Medokan Ayu. Sejumlah bangunan yang menyita trotoar itu sudah berhasil dirobohkan, tapi ternyata masih tersisa seorang gadis cantik, Marisa Hongkue. Usut punya usut, dia adalah salah satu penjaga warung yang barusan ditertibkan itu. Mendadak sontak ukuran celana Zonfadli langsung berubah.

Kebetulan pula beberapa hari Zonfadli sedang jomblo banget, karena bininya di rumah sedang instrument (menstruasi itu alat musik). Ketika teman-teman sudah pulang ke kantor, dia justru merayu-rayu Marisa Hongkue untuk mau disetubuhi. Nanti akan dinikahi, dibelikan rumah yang DP-nya nol rupiah. “Kalau aku kepala Satpol PP-nya nanti, bangun rumah di atas kali nggak papa. Yang penting kamu bahagia.” Kata Zongfadli terus ngegombal.

ABG Marisa Hongkue ini memang cantik, tapi lumayan goblok. Hanya diiming-iming seperti itu langsung nurut, bertekuk lutut dan berbuka paha. Maka di sebuah penginapan, kegadisan Marisa Hongkue berhasil dibongkar paksa Zonfadli. Sigadis pringas-pringis, oknum Satpol PP itu prengas-prenges.

Sekali berhasil, lain kali Zonfadli terus mengeksploitasi Marisa Hongkue. Asal ada peluang ABG itu dibawa ke penginapan mana saja, langsung dieksekusi. Entah sudah beberapa kali aksi mesum itu terjadi, tahu-tahu Marisa Hongkue hamil. Celakanya, ketika dimintai bertanggungjawab, eh…..Zonfadli malah muter-muter dan menghilang. Janji-janji muluk saat kampanye asmara, terlupakan semuanya.

Keluarganya tentu saja tidak terima. Tak hanya lapor polisi, tapi juga lapor ke kantor Satpol PP Kotamadya Surabaya. Sejak 6 Mei lalu dia sudah dipecat sebagai PNS oleh Walikota Risma. Sedang polisi kini juga sedang mengusut Zonfadli secara hukum. Ancaman hukuman untuknya 5 tahun penjara, karena penistaan kehormatan wanita yang masih usia di bawah umur.

Oknum Satpol PP, tukang bohongnya ngepol. (JPNN/Gunarso TS)