Sunday, 18 November 2018

Waspada Korupsi di Dana Asian Games 2018

Senin, 15 Mei 2017 — 7:23 WIB
Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) melakukan koordinasi untuk menyambut cairnya dana sebesar Rp 500 Miliar. (prihandoko

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) melakukan koordinasi untuk menyambut cairnya dana sebesar Rp 500 Miliar. (prihandoko

JAKARTA (Pos Kota) – Kasus korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018 membuat panitia pelaksana INASGOC menjadi waspada korupsi. Semakin dekatnya pelaksanaan Asian Games 2018 Jakarta Palembang yang tinggal 15 bulan lagi, akan segera cair dana operasional Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) semester pertama sebesar Rp 500 miliar. Hal ini menjadikan INASGOC waspada penuh dengan melakukan koordinasi agar tak terjadi penyelewengan.

Salah satunya dengan melaksanakan kick off pembahasan keuangan internal INASGOC yang bertujuan agar pelaksanaan administrasi dan pembuatan laporan keuangan dilakukan dengan tertib, bersih, dan sesuai aturan yang berlaku demi mendukung salah satu sukses administrasi yang dicanangkan dalam Asian Games 2018 ini.

“Kick off meeting pembahasan keuangan internal INASGOC ini penting dan ada di momen yang tepat karena sebentar lagi dana INASGOC akan cair. Segala hal mengenai mekanisme pengajuan, penggunaan anggaran dan juga laporan agar semua clean dan bebas masalah,” ujar Ketua Pelaksana INASGOC, Erick Thohir dalam pertemuan di kantor INASGOC.

Erick menambahkan pembahasan keuangan ini penting agar semua deputi mengetahui SOP (Standart Operation and Procedure) yang berlaku dalam keuangan negara sehingga tidak ada kasus hukum karena persoalan administrasi atau ketidakmengertian pembuatan laporan.

Kick off meeting tersebut dihadiri wakil ketua INASGOC, Muddai Madang dan jajaran deputi yang meliputi Games Operations, Games Administration, Games Support, dan Games Security. Turut hadir koordinator terkait seperti koordinator procurement, koordinator keuangan juga pejabat perbendaharaan yang diperbantukan dari Kemenkeu, Kemenpora, Kemendiknas.

“Pembahasan ini juga menyertakan perwakilan terkait dari pemerintah, seperti Direktur Pelaksana Anggaran Kemenkeu, Kemenpora, BPKP dan LKPP untuk ikut memberikan bimbingan teknis berkaitan dengan penggunaan anggaran Asian Games 2018,” ujar Erick. (prihandoko)