Thursday, 20 September 2018

Jual Hasil Curian Lewat Facebook, Sindikat Pembobol Toko Dibekuk

Selasa, 16 Mei 2017 — 19:22 WIB
bekuk

BEKASI (Pos Kota) -Sindikat pembobol toko sembako dan pakaian atau distro dibekuk Polresta Metro Bekasi setelah beraksi di Kampung Petecina Desa Sukaraja Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi.

Mereka beraksi enam orang namun dua lagi dalam pengejaran.Kini tersangka WHN alias AL,32 ,R bin B, 33, Wan, 49(Penadah), RF,19 (penadah) dan MW (DPO), HEN (DPO) masih diperiksa.

“Mereka adalah spesialis pembobol toko yang menjual pakaian dan sembako. Ini ada korelasi kuat menjelang Ramadhan dan Lebaran,” kata Kapolresta Metro Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra ,Selasa (16/5).

Pelaku kata kapolres mencongkel toko distro tersebut dengan menggunakan besi pengungkit. Lalu hasil curiannya dijual kepada Wan. Dimana penadah tersebut menjual lewat media sosial Facebook.

Kasus ini,kata Kapolres terkuak setelah pemilik melapor pencurian tersebut terlebih setelah mengetahui barangnya dijual di Facebook.

Bersama Kanit Reskrim Polsek Tambelang Aiptu Hariyono melakukan penyelidikan dan pura-pura melakukan transaksi dengan penadah RF. RF mengatakan barang didapat dari W dan W dapat dari Al. Pada tanggal 5 Mei 2017 W ditangkap didapat 1 kontainer boks berisi kaos diduga milik korban.

Harga yang dijual kaos tersebit sebesar Rp40 ribu dimana normalnya Rp140 ribu per pieces. Kerugian korban mencapai Rp27 juta. Dari hasil penjualan online mencapai Rp8 juta.

Sindikat ini,kata kapolres sudah melakukan pembobolan di 4 toko. Sebelumnya di Kranji toko pakaian dan 2 kali di Kerawang toko beras.

Barangbukti yang diamankan yaitu Besi pengungkit, golok, pedang samurai, gunting, dompet rantai,gembok,obeng,HP,kunci letter T,L, box kontainer warna putih,5 peach baju merk Notice Board.

Pelaku dikenai pasal 363 ayat 3e,4e,5e KUH Pidana dengan ancaman 9 tahun penjara dan penadahnya di kenai pasal 480 ayat 1e dan ayat 2 e KUH Pidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
“Masyarakat seharusnya mewaspadai dan curiga dengan harga jual yang dipasaran lebih rendah atau mencolok,” tutup Kapolres.(lina)