Thursday, 27 July 2017

Rumah Untuk Rakyat di Pulau Reklamasi

Selasa, 16 Mei 2017 — 6:12 WIB
rumahrakyat

MESKI sudah diingatkan Menko Maritim Luhut Panjaitan, gubernur terpilih Anies Baswedan ngotot akan menyetop reklamasi Teluk Jakarta. Sejumlah pulau yang sudah terbentuk dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat. Nah, paling cocok nantinya untuk membangun rumah rakyat ber-DP nol rupiah. Maju kotanya, bahagia rakyatnya.

Sesuai dengan janji kampanye tempo hari, gubernur terpilih Anies bertekad menghentikan reklamasi Teluk Jakarta. Soal pengembang mencak-mencak dan nantinya menggugat Pemprov DKI, tak masalah. Yang penting rakyat bahagia, termasuk nelayan Kepulauan Seribu. Soal “ancaman” Menko Maritim bahwa Anies harus tanggungjawab jika Jakarta nantinya tenggelam, hadapi sajalah. Yang penting rakyat bahagia.

Tak jelas bagaimana kajiannya, jika menurunnya tanah Jakarta bisa diatasi dengan reklamasi. Yang jelas reklamasi itu sudah ada Kepresnya sejak jaman Pak Harto dulu. Maka gubernur-gubernur DKI selanjutnya tinggal mengamankan kebijakan itu. Tapi hanya di masa Ahok saja ada konflik dengan DPRD. Ahok minta kontribusi 15 % dari pengusaha, tapi DPRD ngotot 5 % saja. Ujung-jungnya, M. Sanusi, Ketua Komisi D malah masuk penjara karena kasus reklamasi.

Bagaimana nasib reklamasi Teluk Jakarta, kini jadi wewenang gubernur terpilih. Demi membahagiakan nelayan Jakarta, Anies akan menghentikan reklamasi itu. Pulau-pulau yang terlanjur sudah terbentuk, akan dimanfaatkan demi kemaslahatan rakyat Ibukota. Anies akan menggelar workshop, untuk menampung aspirasi warga, mau diapakan pulau-pulau itu ketimbang mubazir.

Program rumah tapak seharga Rp350 juta dengan DP nol rupiah kan dimustahilkan kalangan perbankan. Nah di sinilah saatnya Anies tunjukkan bahwa pulau-pulau reklamasi itu bisa mewujudkan mimpinya. Janji 300.000 rumah untuk rakyat berpenghasilan kecil, bisa diwujudkan di sini. Tak perlu Rp350 juta per unit, Rp100 juta pun bisa, wong lahannya tinggal ngukur.

Mau tipe 6 X 15 atau 7 X 10, semuanya bisa diatur, sesuai dengan selera dan aspirasi rakyat. Pemprov tinggal kerjasama dengan pengembang dan jadilah rumah impian rakyat yang DP-nya nol rupiah itu. Niscaya seluruh penduduk Ibukota bakal punya rumah. Yang belum punya bini/suami karena masih jomblo, bisa dibangun RPTRA untuk kelancakan program KJJ. Maju kotanya, bahagia warganya. – gunarso ts