Friday, 24 November 2017

Temui Ahok, Kuasa Hukum Diskusikan Memori Banding

Selasa, 16 Mei 2017 — 11:46 WIB
Tim Kuasa hukum Ahok diantaranya Sirra Prayuna, I Wayan Sudirta dan Teguh Samudera.(ikbal)

Tim Kuasa hukum Ahok diantaranya Sirra Prayuna, I Wayan Sudirta dan Teguh Samudera.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Memori banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menghukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah diususun kuasa hukum. Pada Selasa, (16/5/2017) sekitar pukul 09:45, beberapa kuasa hukum, diantaranya Sirra Prayuna, I Wayan Sudirta dan Teguh Samudera, menyambangi Ahok di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Teguh mengatakan kedatangan ke Mako Brimob untuk mengkonsultasikan memori banding sebelum diajukan ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

“Untuk memori banding kita sudah siap. Ini akan kita diskusikan degan Pak Basuki di dalam,” ujarnya sambil menunjukkan berkas di depan gerbang Mako Brimob, Selasa (16/5/2017).

Teguh menjelaskan dalam poin memori banding, pihaknya mendalami kemungkinan kesalahan adminstrasi oleh Pengadila Negeri Jakarta Utara. Jika menemukan kesalahan, Teguh menyebut dapat dimasukkan ke dalam keberatan memori bading.

“Karena memori banding adalah melawan pertimbagan hukum keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang tidak benar,” imbuh Teguh.

Lebih lanjut, Teguh menerangkan memori banding yag disusun menitik beratkan pada keputusan hakim yang tidak sesuai dengan tuntutan jaksa. Diketahui majelis hakim memutus Ahok bersalah melaggar pasal 156 a KUHP tentang penodaan agama dan menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara.

Padahal pada tuntutan, jaksa menilai Ahok melanggar pasal 156 KUHP dan menuntut Aok dengan kurungan penjara satu tahun dengan masa percobaan selama dua tahun.

“Pasal 156 a tidak terbukti, tau-tau majelis nyelonong. Seolah-olah mewakili kepentingan JPU. Padahal yang membawa perkara kan JPU. Kenapa seperti itu?” pungkas Teguh. (ikbal/yp)