Saturday, 24 June 2017

TKW Pulang dari Arab Saudi Bawa Anak dan Suami Baru

Selasa, 16 Mei 2017 — 7:00 WIB
usir

NASIB Usup, 42, sungguh kasihan. Empat tahun ditinggal istri ke Arab jadi TKW, menjalani puasa panjang. Tapi giliran pulang, malah Imah, 45, bawa dua anak dan majikan yang jadi suami barunya.Usup mencoba protes kelakuan istrinya, tapi malah diusir. Alasannya, rumah dibangun pakai dana dari TKW.

Jika tidak kepepet, sebetulnya tak ada suami merelakan istri jadi TKI maupun TKW di luar negeri. Tapi kemiskinan telah memaksa suami harus lama berdingin-dingin, ditinggal bini memburu dolar dan real di manca negara. Banyak yang berhasil memperbaiki ekonomi. Tapi banyak pula yang malah keluarganya jadi berantakan, gara-gara istri atau suaminya malah cari pasangan baru di luar negeri.

Usup warga Cijambe, Cianjur, Jabar, saat melepas istrinya ke Arab Saudi juga menggantung harapan bahwa akan mendulang sukses di kemudian hari. Percaya akan komitmen itu, selama ditinggal bini dia benar-benar puasa lahir batin. Pengin juga sih sebetulnya dia pengobat rindu di luar jalur resmi. Tapi jika ingat anak-anak, dan uang itu merupakan hasil kiriman istri, langsung reduplah gairahnya.

Penghasilan Usup sebagai petani memang tidak menggembirakan. Tapi kiriman istrinya setiap bulan menjadikan ekonominya mulai menggeliat. Bahkan rumahnya juga direhab, sehingga nampak bregas dan layak huni. Usup memang loyalis sejati. Sebab meski gairah lelakinya selalu meletup-letup, dia mampu meredamnya. Jomblo sekali memang, tapi bagaimana lagi? Bupati Cianjur tidak punya progam Kartu Cianjur Jomblo sih.

Setelah puasa selama empat tahun dari kebutuhan akan wanita, Imah mengabarkan bahwa akan segera kembali ke tanah air. Wah, betapa senangnya Usup, karena masa puasa itu akan berakhir, dan dia bisa “berbuka” kembali. Dia tak perlu lagi jomblo, dia tak perlu lagi bete. Kalau mau, tiga kali sehari sesendok makan juga bisa. Wong istri sudah kembali ini.

Akan tetapi……, bayangan ternyata jauh berbeda dengan kenyataan. Saat Imah kembali, dia membawa serta bocah usia 2 tahun dan 1,5 tahun. Siapa mereka, ternyata itu anak-anak Imah sendiri. Lho, memangnya di Arab menikah lagi? Lalu siapa pula itu lelaki Arab lumpuh yang ikut bersamanya? Kata Imah, itu adalah Wan Abud, 50, majikannya saat di Arab sana.

Dua anak dan lelaki Arab Saudi selalu menghantuai perasaan Usup. Siapa mereka, Imah tak juga segera menjelaskan. Mau tanya pada Wan Abud, dia tak bisa bahasa Indonesia, sedangkan Usup sendiri tak bisa bahasa Arab kecuali: asalamualaikum dan marhaban, dua kata yang sering didengarnya sehari-hari.

Usup tambah curiga ketika Wan Abud juga tidur seranjang dengan istrinya. Dia benar-benar tersinggung. Sebagai suami sah saja belum sempat “berbuka” dari puasa panjang, kok ini malah ada Wan Abud tidur bersama istrinya. Usup pun memastikan bahwa lelaki lumpuh itu tak lain suami baru Imah, dan dua bocah itu pasti anak-anak mereka. “Ngaku saja, kamu kawin lagi dengan majikanmu ya? Lalu aku ini kau anggap apa?” ujar Usup marah sekali.

Tapi ternyata Imah bukannya minta maaf, justru bersama Wan Abud mengusir Usup dari rumah. Alasannya, Usup jadi lelaki hanya modal tit….eh burung doang. Rumah ini dibangun atas dana TKW secara multiyears. Tentu saja Usup tidak terima, sehingga minta tolong ke LBH Siliwangi untuk memperjuangkan semua miliknya. “Heran saya, kok mereka bisa nikah, pakai dokumen apa?” keluh Usup.

Kawin kan tak butuh surat, yang penting aurat. (JPNN/Gunarso TS)