Friday, 22 September 2017

Tetesan Darah Sia-sia

Rabu, 17 Mei 2017 — 5:35 WIB
tawuran

MULAI lagi tawuran. Pelakunya geng motor melawan geng motor dan kelompok warga. Wahai anak bangsa, kapan mau damai, kalau terus menerus pada bentrok. Memang nggak sayang tenaga terbuang, bahkan nyawa melayang sia-sia?

Tidak jelas ini jaman apa. Kok, setiap hari gaduh terus. Kegaduhan nggak ada habis-habisnya. Ada yang demo memaksakan kehendak, ada yang menenteng senjata tajam di jalanan, mengancam sesamanya. Sepertinya nggak sadar bawa kelewang, pedang, celurit itu bisa melukai dan mencabut nyawa orang?

Lalu kenapa orang masih bernafsu untuk menyakiti orang lain. Apakah nggak ada jalan damai. Bukankah kita suda sepakat jika ada persoalan, ayo dimusyawarahkan? Musyawarah itu bisa dilakukan dari tingkat keluarga, RT/RW sampai ke atas. Oh, yang di atas juga lagi pada ribut sendiri, ya? Musyawarah ujung-ujungnya pada main cakar-cakaran!

Hemm, anak-anak muda yang lagi keder, salah jalan, stress menganggur. Nggak bisa bekerja karena putus sekolah. Atau yang kerja dipehaka, karena system ketenagakerjaan yang nggak berpihak pada buruh? Ya, mereka memang sedang linglung. Ngapain lagi kalau nggak mencari ‘ketenangan’ dengan minum miras, mabok lalu mencari musuh, dan tawuran!

Wahai generasi penerus, sudahilah melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Jalan kalian masih panjang. Ayolah berpikir, siapa yang bakalan menggantikan para pemimpin di negeri ini, kalau teler dan merusak terus?

Kasihan dong, pejuang yang telah menitipkan bangsa dan negeri ini. Negara yang direbut dengan air mata dan darah. Jadi nggak perlu lagi, meneteskan darah di jalanan, mengorbankan nyawa sia-sia. Rugi banget, Bung! – massoes