Friday, 17 November 2017

Diam-diam Raja Belanda 21 Tahun Menjadi Kopilot KLM

Kamis, 18 Mei 2017 — 8:47 WIB
Raja Willem-Alexander bersama istrinya, Ratu Maxima, saat perayaan ulang tahun ke-50 di Istana Kerajaan, 28 April 2017.

Raja Willem-Alexander bersama istrinya, Ratu Maxima, saat perayaan ulang tahun ke-50 di Istana Kerajaan, 28 April 2017.

BELANDA- Raja Belanda, Willem-Alexander, selama 21 tahun menjadi pilot kedua atau kopilot sampai dua kali seminggu tanpa diketahui penumpangnya.

“Menurut saya terbang itu luar biasa,” tuturnya dalam wawancara dengan koran Belanda, De Telegraaf.

Willem-Alexander dinobatkan menjadi Raja Belanda pada 2013 namun perannya sebagai kopilot terus berlanjut.

Dia menyatakan ingin terus bekerja sebagai kopilot dan dalam beberapa bulan mendatang akan dilatih untuk menerbangkan Boeing 737 karena selama ini dia menerbangkan Fokker 70 untuk jalur Eropa.

Raja yang berusia 50 tahun ini tidak pernah menggunakan nama sebenarnya saat menyambut penumpang masuk ke dalam pesawat dan tidak dikenali orang di balik seragam pilot maskapai KLM.

klmair

Selama 21 tahun, Raja Willem-Alexander menjadi pilot kedua Fokker 70 untuk jalur penerbangan Eropa.

Sebelum ditahbiskan sebagai Raja Belanda, dia terus berupaya mempertahankan lisensi terbangnya dengan sesekali menjadi ‘pilot tamu’.

Namun, tanpa diduga khalayak umum, ternyata dia menjadi kopilot untuk penerbangan komersial berpenumpang dua kali seminggu dan biasanya terbang bersama kapten pilot Maarten Putman.

Anggota kerajaan yang ‘terbang’
-,Sultan Brunei diketahui menerbangkan pesawat Boeing 747 miliknya

-,Pangeran Charles merupakan pilot berlisensi, begitu juga dengan kedua putranya -Pangeran William dan Pangeran Harry

-.Pangeran William berhenti sebagai pilot ambulans RAF awal tahun ini

-.Pangeran Harry bertugas di Afghanistan sebagai kopilot helikopter Apache

-.Raja Abdullah dari Yordania adalah pilot terlatih

Memiliki hobi amat penting baginya agar dia berkonsentrasi dan terbang amat menenangkannya karena dia harus mengeluarkan masalah lain dari benaknya.

Raja Willem-Alexander sekali waktu pernah mengatakan jika tidak terlahir di istana, maka mimpinya adalah menerbangkan pesawat penumpang besar seperti Boeing 747 sehingga tidak mengherankan kini dia ingin meningkatkan lisensinya.

Kepada De Telegraaf, dia mengakui ada beberapa penumpang yang mengenali suaranya walau dia tidak menyebutkan nama sebenarnya,

“Keuntungannya adalah saya selalu menyambut penumpang atas nama kapten dan para awak. Jadi saya tidak perlu menyebut nama saya.”

Sebelum serangan 11 September, tambahnya, yang mengenalinya bisa datang ke ruang kemudi yang tidak dikunci namun sekarang kontak seperti itu jarang terjadi(BBC)