Thursday, 20 September 2018

Djarot Anggap RPTRA Juga Berfungsi RTH

Kamis, 18 Mei 2017 — 15:09 WIB
RPTRA Sungai Bambu

RPTRA Sungai Bambu

JAKARTA (Pos Kota) – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dapat juga difungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Saat ini pemenuhan RTH di Jakarta masih di baeah 10 persen. Sesuai ketentuan undang-undang, sebuah kota harus memenuhi 30 persen RTH.

“Loh RPTRA itu apa nggak ruang terbuka hijau? Sama fungsinya,” kata Djarot di Balaikota Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Djarot menjelaskan pembangunan RPTRA sebagai lahan publik juga dapat menjadi daerah resapan air. RPTRA disebut Djarot juga dapat difungsikan sebagai paru-paru kota dengan banyaknya tanaman di dalamnya.

“Ruang terbuka hijau itu untuk resapan. Ada tanaman nggak di RPTRA? Ada tanaman nggak? RPTRA itu juga untuk menambah ruang terbuka hijau,” tandas Djarot.

Jakarta masih harus mengejar ketersediaan RTH. Pasalnya sampai 2017 Jakarta hanya menyediakan 9,98 persen. Padahal menurut Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang tata ruang, Jakarta harus memiliki 30 persen RTH yang terdiri dari 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH privat.

Jika dihitung Jakarta memiliki luas 65 ribu hektar, maka Jakarta baru menyediakan sekitar 650 hektar untuk RTH. Sementara itu, sampai Maret 2017, sebanyak 184 RPTRA yang audah diresmikan Pemprov DKI Jakarta. (ikbal/yp)