Tuesday, 30 May 2017

Ketika Massa ‘Mengadili’

Kamis, 18 Mei 2017 — 6:28 WIB
potong

SIAPA yang mau disalahkan kalau orang sudah marah, mengamuk membabi-buta? Lalu menghajar habis-habisan sasaran amukannya. Apakah sasaran itu maling, rampok atau begal? Massa nggak bakalan kasih ampun, hajar terus sampai korban tak berdaya, bahkan sampai tak bernyawa!

Seperti kasus yang terjadi di Indramayu, maling pisang dihajar massa sampai tewas. Salahkah kalau orang main hakim sendiri, kayak gitu? Jika dilihat dari kaca mata hukum, jelas salah. Tapi, apa massa mau inget apa yang namanya hukum?

Apalagi kalau menurut mereka hukum nggak berpihak. Ya, artinya nggak berpihak pada si korban, maling yang digebuki, juga nggak perpihak pada warga yang dongkol karena selalu saja kemalingan, kehilangan, kerampokan dan masih banyak lagi kerugian yang diakibatkan oleh kejahatan! Bahkan bukan saja uang dan harta benda, tapi nyawa kadang melayang!

Nah, kalau sudah begitu, kadang massa nggak berpikir lagi karena emosi, lalu ‘mengadili’ sendiri. Ya, biasanya petugas datang setelah jatuh korban. Tapi, jangan salahkan petugas juga sih, karena mereka memang nggak mungkin setiap detik mengawasi gerak- gerik penjahat? Apalagi jumlah petugas kan nggak seimbang dengan penduduk yang harus dilindungi?

Memangnya di film, di mana saja ada penjahat beraksi, sang jagoan, yang juga petugas, pasti dengan cepat menghajar, bak,bik, buk, atau dar, der, dor! Dan para penjahat klepek- klepek!

Mau punya petugas yang begitu? Gajinya dulu dong, naik kan. Masa kalah sama sopir busway? Hemm, mulai deh ngiri! – massoes