Tuesday, 30 May 2017

Meriam Terganggu, TNI Masih Investigasi

Kamis, 18 Mei 2017 — 19:36 WIB
KSAD Mulyono

JAKARTA (poskotanews.com) –TNI masih melakukan investigasi akibat gangguan pembatas elevasi Meriam Giant Bow dari Batalyon Arhanud 1/K yang sedang melakukan penembakan tersebut. Karena akibat gangguan itu 4 prajurit tewas dan 8 luka.

“Masih diinvestigasi, saya sendiri juga belum ke sana mungkin ada kelainan barangkali tapi masih diinvestigasi,” kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono, Kamis (18/5).

Menurut Mulyono, investigasi dilakukan secara menyeluruh termasuk memeriksa prajurit yang ditugaskan memegang meriam Giant Blow tersebut. “Semua akan ditanya sesuai prosedur terkait,” katanya.

Sampai saat ini, Mulyono memastikan tak ada korban jiwa tambahan, yaitu tercatat empat prajurit yang tewas akibat peristiwa ini. Mulyono enggan berkomentar lebih jauh karena kasus ini menjadi kewenangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Sebagaimana diketahui 4 prajurit tewas dan 8 luka dalam latihan pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) di Natuna, Rabu (16/5). (US)