Tuesday, 23 May 2017

Patuh Aturan, Sweeping Hilang

Kamis, 18 Mei 2017 — 4:50 WIB

BULAN suci puasa segera datang. Di saat Ramadhan biasanya aksi sweeping terhadap tempat hiburan yang tak patuh dengan aturan seperti melanggar jam operasional maupun menyalahi lainnya seribg terjadi.

Kapolres Jakarta Barat Kapolres Jakarta Barat, Kombes Roycke Harry Langie, jauh hari sudah mengantisipasi adanya aksi sweeping dengan mengimbau pengusaha atau pengelola tempat hiburan agar mematuhi aturan yang berlaku baik saat sekarang maupun pada Ramadhan, termasuk menyangkut jam operasional dan sajian hiburan yang disuguhkan.

Bukan itu saja, Kapolres Roycke juga melarang organisasi massa (ormas) melakukan sweeping terhadap tempat hiburan atau penjual minuman keras (miras), termasuk saat Ramadhan. Siapapun yang nekat melanggar ditindak tegas.

Pernyataan keras ini harus dipahami semua pihak. Biasanya saat Ramadhan, aksi sweeping terutama terhadap tempat hiburan malam memang sering terjadi. Sweeping dilakukan karena ormas gerah dengan aktivitas tempat hiburan yang dinilai tidak pas di saat bulan suci puasa.

Kebanyakan publik memandang sweeping dengan razia itu berbeda. Sweeping terhadap tempat hiburan adalah pemeriksaan yang biasanya dilakukan bukan oleh aparat berwajib. Sedangkan razia, kegiatan pemeriksaan yang dilakukan petugas berwajib bisa polisi atau aparat keamanan lainnya.

Di bulan suci puasa, kegiatan sweeping oleh bukan aparat sebenarnya bisa tidak terjadi bila semua pihak saling menghormati dan patuh dengan aturan. Pengusaha atau pengelola tempat hiburan jangan menabrak aturan yang sudah dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta. Ormas juga tidak main hakim sendiri bila mendapati tempat hiburan bandel dan melanggar aturan.

Laporkan kepada aparat berwajib, karena kewenangan menindak tempat hiburan yang melanggar ada pada petugas. Tetapi aparat juga harus bersunguh-sungguh menjalankan dan menegakkan aturan berlaku, sehingga menebalkan kepercayaan publik.

Sejatinya Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan Perda Keparisiwataan dan Peraturan Gubernur (Pergub) diantaranya untuk mengatur mekanisme penyelengaraan tempat hiburan , jam operasional baik pada hari biasa maupun saat Ramadhan, termasuk sanksi terhadap yang melanggar. Bila ini dipegang teguh semua pihak, maka aksi-aksi sweeping yang dilakukan ormas atau warga tidak akan terjadi.
Mari semua pihak patuh aturan, sehingga kehidupan yang aman dan tentram di Jakarta bisa tetap terjaga. @*