Tuesday, 30 May 2017

Tertibkan Hunian Liar Tanpa Menggusur?

Kamis, 18 Mei 2017 — 6:39 WIB
bak

MULAI 8 Oktober 2017 mendatang, gubernur baru Anies Baswedan akan ditagih rakyat Jakarta untuk mewujudkan 23 janji di masa kampanye dulu. Dari 23 janji tersebut, mungkin paling repot adalah bagaimana menertibkan hunian liar tanpa harus menggusur. Demi rakyat Jakarta yang telah memilihnya, Anies harus siap pusing, karena yang penting maju kotanya, bahagia warganya.

Sampai Gubernur Ahok harus lengser, program pembenahan tanggul Kali Ciliwung yang diserobot warga belum tuntas. Misalnya saja warga Bukit Duri. Mau tak mau ini akan menjadi beban Gubernur Anies, bagaimana mengambil jalan tengah, sehingga pembangunan kota tak terkendala, tapi warga juga tidak terusir dari habitatnya.

Dalam logika umum, penghuni liar itu harus dipindahkan, baru pembenahan dilakukan. Tapi Anies-Sandi kadung janji, mampu membangun tanpa menggusur. Bagaimana caranya? Oh, gampang! Begitu saja kok repot, kata almarhum Gus Dur dulu.

Agar Kali Ciliwung tak kelihatan kotor lagi, karena warga kembali buang sampah sembarangan, seyogyanya seluruh permukaaan kali Ciliwung dari perbatasan Depok-Jakarta hingga pantai Ancol, ditutup dengan beton. Bagaimana jika terjadi penyumbatan di sana-sini? Oh, itu juga gampang. Bikin saja sejumlah lubang kontrol, untuk memudahkan petugas PPSU.

Selanjutnya baru dilakukan pembangunan rumah bagi warga kota, tanpa memindahkan penduduk dari habitatnya. Dengan cara begini penduduk tak perlu banyak pergi ke mana-mana, sehingga anggaran untuk penyediaan busway bisa ditekan. Dana yang ada selain untuk membangun rumah rakyat, juga dipakai buat memberikan dana KJP Plus yang bisa ditarik tunai.

Bilamana anggaran DKI jebol karena termakan KJP Plus dan Kartu Jakarta Jomblo, ya nggak papa. Yang penting maju kotanya, bahagia warganya. – gunarso ts