Thursday, 27 July 2017

Feri Korea Utara Merapat di Rusia di Tengah Sanksi PBB

Jumat, 19 Mei 2017 — 7:10 WIB
Feri Mangyongbong -yang juga membawa kargo- akan berlayar sekali seminggu ke Vladivostok.

Feri Mangyongbong -yang juga membawa kargo- akan berlayar sekali seminggu ke Vladivostok.

KOREA– Satu feri Korea Utara merapat di pelabuhan Rusia, Vladivostok, untuk pertama kalinya sementara PBB masih menerapkan sanksi yang meluas atas Korea Utara.

Feri Mangyongbong -yang juga membawa kargo- akan berlayar sekali seminggu ke kota pelabuhan Rusia itu.

Layanan feri dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat sehubungan dengan uji coba rudal Pyongyang, yang diduga ingin mengembangkan senjata nuklir.

Perusahaan wisata Cina mengirim beberapa karyawannya untuk menandai pelayaran pertama feri, yang memiliki restoran, bar, dan ruang karaoke.

Wisatawan Cina diharapkan akan menggunakan feri Mangyongbong untuk mengunjungi Korea Utara maupun Rusia.

___________________________________________________________________

Sanksi PBB atas Korea Utara

-. semua perdagangan senjata

-. semua teknologi terkait nuklir

-. perdagangan roket maupun bahan bakar pesawat terbang
-. penjualan batu bara, besi, bijih besi, dan bahan logam lain dari Korea Utara

-. berbagai operasi keuangan oleh Pyongyang

-. penjualan karpet mewah, permata, dan kapal pesiar ke Korea Utara

___________________________________________________________________

Perusahaan Rusia, InvestStroiTrest, yang mengelola feri yang berasal dari kota pelabuhan Rajin di Korea Utara. Selain berbisnis ekspor dan impor di Rajin, perusahaan itu juga menjalankan usaha pengiriman barang di Vietnam dan Thailand.

Dilaporkan banyak warga Korea Utara yang bekerja di sektor konstruksi gedung di Vladivostok, sebagai salah satu sumber uang tunai bagi rezim Pyongyang yang diasingkan oleh dunia internasional.

Menteri Luar Negeri Jepang, Fumio Kishida, sudah mengungkapkan keprihatinan kepada Rusia tentang layanan feri ini dengan menyebut sanksi PBB atas Korea Utara karena progam nuklirnya.
Hubungan ekonomi Rusia dan Korea Utara sudah berlangsung sejak zaman Perang Dingin, ketika kedua negara secara ideologis menentang Dunia Barat.

Koran pemerintah Ruria, Rossiiskaya Gazeta, mengatakan Mangyongbong akan membawa barang-barang penting dan kargo lainnya, ‘yang akan melewati pemeriksaan ketat di bea cuka Rusia.’

Mangyongbong dibangun tahun 1971 dan dimodernisir tahun lalu -seperti dilaporkan kantor berita Rusia, Tass- dengan kapasitas 200 penumpang dan 1.500 ton kargo. (BBC)