Saturday, 21 October 2017

Jaksa Banding Karena Ahok juga Banding

Jumat, 19 Mei 2017 — 19:15 WIB
Saat Ahok menjalani sidang.(dok)

Saat Ahok menjalani sidang.(dok)

JAKARTA (Pos Kota) – Jaksa Agung M Prasetyo menegaskan jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan banding karena Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengajukan banding atas vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara dalam perkara pe istaan agama.

“Saya katakan sekali lagi bahwa banding harus diajukan, karena terdakwa banding. Itu sudah menjadi SOP (Standar Operasi Prosedir) jaksa dalam beracara, ” kata Prasetyo, di Kejaksaan Agung, Jumat (19/5).

Menurut Prasetyo, JPU mengajukan banding, adalah untuk mengimbangi Ahok. Dengan alasan, kalau terdakwa tidak puas atas putusan banding dan mengajukan kasasi, maka JPU tidak dapat mengajukan kasasi.

“Alasan alasan banding lainnya, JPU ingin menguji ketepatan pasal mana yang memang harus diterapkan dalam perkara Ahok.”

Prasetyo menerangkan ada perbedaan kualifikasi pasal yang dibuktikan antara JPU dengan hakim.JPU menjerat terdakwa dengan pasal 156 Kitab Undang Undang Pidama (KUHP). Sesangkan Hakim menjerat dengan pasal 156 a KUHP.

“Ini harus diuji. Ini menyangkut masalah kebenaran hakiki dan profesionalitas JPU. Jadi biarlah hukum berjalan sesuai koridornya sendiri. Orang lain tak perlu mencampuri masalah ini sebagaimana halnya kita harapkan. Semua pihak bisa menerima dengan baik.”

SUDAH DIAJUKAN

Dia menyatakan banding sudah diajukan ke Pengadilan Tingi (PT) DKI melalui PN Jakut. “Waktu berpikir selama tujuh hari sudah terlewati. Dan sebelum tujuh hari, JPU sudah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.”

Kapuspenkum Mohammad Rum yang ditemui terpisah menambahkan pihalnya sampai kini, belum menerima memori banding terdakwa sebagai bahan untuk membuat kontra memori banding.

“Yang diajukan baru pernyataan banding dari JPU. Tunggu sajalah. Saya belum dapat informasi terakhir, ” jelas Rum

Dalam pembacaan putusan Majelis Hakjm PN Jakut, Ahok terbukti melanggar pasal 156 dam dipidana selama dua tahun serta perintah ditahan.

Sebaliknya, JPU menyatakan terdakwa terbukti melanggar pasal 156 a dengan hukuman satu tahun dan masa percobaan dua tahun.

Ahok langsung digelandang ke Rutan Cipinang. Sekitar 13 jam kemudian, dipindah ke Rutan Mako Brimob dengan dalih keamanan. (ahi)