Thursday, 21 September 2017

JK Angkat Vonis Ahok di Universitas Oxford Inggris

Jumat, 19 Mei 2017 — 9:11 WIB
Jusuf Kalla menyampaikan kuliah umum

LONDON – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengangkat vonis atas Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat menyampaikan kuliah umum tentang Islam di Universitas Oxford, Inggris.

Dengan tema ‘Islam Jalan Tengah: Pengalaman Indonesia’, Kalla meminta negara-negara Eropa untuk menghormati vonis atas Basuki Tjahaja Purnama, berupa dua tahun penjara karena terbukti menista agama Islam.

“Saya sangat memahami bahwa Inggris dan negara-negara di Eropa memiliki undang-undang dan sistem hukum yang berbeda untuk persoalan ini,” jelasnya saat berbicara di Oxford Centre for Islamic Studies (OXCIS), Kamis (18/5/2017) petang waktu setempat.

“Tapi sebagai bagian dari sistem demokrasi kita harus menegakkan tatanan hukum, kemandirian lembaga peradilan, dan menghormati satu sama lain,” tambah JK.
Kepada sekitar 300 hadirin, Kalla menambahkan bahwa kasus penistaan agama tersebut saat ini sedang dalam proses banding.

Soal demokrasi

Ia juga mengatakan bahwa secara pribadi mengenal Ahok yang digambarkannya sebagai gubernur yang punya dedikasi tapi juga impulsif.

Dalam sesi tanya jawab, hadirin bertanya soal Ahok dan Kalla menegaskan bahwa yang terjadi bukanlah diskriminasi agama.

“Ini soal demokrasi. Dalam demokrasi Anda harus siap menerima kemenangan dan kekalahan. Jika Anda kalah, Anda harus menerima kekalahan,” katanya.

Aksi menentang vonis dua tahun atas Ahok berlangsung di sejumlah kota di Indonesia di berbagai kota dunia.

Kasus yang dihadapi Ahok, menurutnya, adalah tentang penghinaan agama dan negara-negara lain juga punya aturan untuk penghinaan, misalnya di Thailand dengan peraturan bahwa raja dan kerajaan tak boleh dihina.

“Anda menghina raja, Anda akan dipenjara. Sama dengan di negara-negara lain, termasuk Indonesia. Anda tak boleh menghina agama dan Ahok, menurut pengadilan -setelah enam bulan menggelar perkara- bersalah,” kata Kalla.

“Di Inggris juga begitu, kalau dinyatakan bersalah, Anda akan dipenjara, apa pun agama Anda.”

Di luar tempat kuliah umum berlangsung, beberapa orang menggelar aksi unjuk rasa, antara lain mengangkat masalah perlakuan atas perempuan di Indonesia.

‘Makna politik’ aksi solidaritas dunia untuk Ahok

Mengapa warga Indonesia di berbagai penjuru dunia gelar aksi dukung Ahok?

Seruan badan internasional atas ‘penistaan agama Ahok’

Meredam ‘ideologi radikal’

JK mengatakan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam -yang banyak didirikan di era penjajahan Belanda- mengadopsi Islam Jalan Tengah atau Wasatiyah.

Dua di antaranya adalah Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, yang memiliki anggota sekitar 100 juta orang.

Ormas-ormas Islam, menurut JK, berhasil meredam kelompok-kelompok yang menyimpang yang membawa ideologi radikal.

“Dua organisasi ini bersama dengan organisasi-organsasi lain di seluruh Indonesia secara konsisten menyampaikan pesan-pesan antiterorisme dan mendorong toleransi.”
Serkitar 300 hadirin mendengarkan kuliah umum Wapres Jusuf Kalla di Oxford Centre for Islamic Studies.

Kalla menambahkan bahwa Muslim yang mengambil Jalan Tengah adalah aset, baik secara regional maupun global.

“Muslim Jalan Tengah yang terus menerus diperkuat bisa mencegah keyakinan radikal dan ekstrem,” katanya.

Di bagian akhir kuliah umum, JK menekankan perlunya generasi muda untuk diingarkan soal pentingnya penghormatan atas keberagaman.
OXCIS, pusat kajian Islam Universitas Oxford didirikan pada 1985 dengan misi mendorong kajian dan penelitian ilmiah tentang Islam dan dunia Islam.

“Keberagaman adalah hikmah, tapi persatuan adalah sesuatu yang harus terus didorong dan diwujudkan,” kata JK

Bagi Wapres Kalla ini adalah untuk pertama kalinya ia memberikan kuliah umum di Universitas Oxford.

Sebelum terbang ke Inggris, kepada para wartawan JK mengatakan bahwa akademisi, pakar, dan diplomat di Inggris ingin mengetahui ‘bagaimana Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, bisa menjaga persatuan dengan baik’.

OXCIS adalah pusat kajian Universitas Oxford yang didirikan pada 1985 dengan misi mendorong kajian dan penelitian ilmiah tentang Islam dan dunia Islam.
(bbc/sir)