Friday, 17 November 2017

Kapok Atau Lanjutkan?

Jumat, 19 Mei 2017 — 6:18 WIB
macem

HALO? Bapak di mana kok nggak nongol-nongol? Ditunggu sama tim sukses, nih. Kegagalan yang kemarin nggak usah dipikirin. Lupakan saja, anggap itu sebagai kesuksesan yang tertunda, begitu kan kata orang bijak? Jadi Bapak bisa dicalonkan lagi. Pokoknya kali ini calon jadi, sekali lagi calon jadi!”

Bang Jalil menutup suara ‘salah sambung’ tersebut. Maklum, salah telepon itu ujung-ujungnya, ya penipuan. Lagian juga apa yang mau ditipu? Rekening tabungan nggak punya, deposito apalagi? Ya, buat makan sehari-hari saja ‘senen-kemis’?

“Lho, jadi Bapak kapok berpolitik?” tiba-tiba suara itu masuk lagi di HP Bang Jalil. Orang gila mana sih yang gini hari mengganggu istirahat Bang Jalil?

“Pak terima aja, siapa tahu beneran nanti Bapak jadi anggota dewan, atau jadi bupati?” ujar sang istri tiba-tiba.

Bang Jalil nggak menjawab. Tapi, kenangannya melambung pada pemilu beberapa waktu yang lalu, mantan ketua RW-nya sempet sepeleng ketika gagal jadi anggota dewan. Sementara, rumah dan harta bendanya melayang. Dia kini tinggal di rumah kontrakan, terkulai di kursi roda.

“O, jadi Bapak kapok berpolitik. Mau berhenti berpolitik, terus tejun ke usaha lagi ya. Ya, memang Bapak kan dasarnya dari dulu pengusaha, ngapain juga ikut-ikutan masuk politik? Kata orang, politik itu kejam?” ujar suara misterius itu lagi.

“Ya, coba kalau nggak gagal ya Pak. Pasti nggak ada kata ‘kapok’. Yang ada ya, ‘lanjutkan’!” ujar sang istri,” O. iya Bapak mau usaha apa kalau nanti kalah?”

“Usaha apa saja, yang penting halal. Jangan jadi pengusaha oplosan. Ngoplos miras, ngoplos gas. Bikin celaka banyak orang!” ujar Bang Jalil, sekenanya.

“Hehehe, Bapak tau aja, gas kita memang pas habis. Mana uang belanjanya, Ibu mau ke warung!” kata sang istri. – massoes