Sunday, 22 October 2017

Kasus Penganiayaan Tidak Ditangani, Korban Mengadu ke Propam Polda Lampung

Jumat, 19 Mei 2017 — 21:51 WIB
Samsudin menunjukkan punggungnya yang luka ditombak

Samsudin menunjukkan punggungnya yang luka ditombak

LAMPUNG (Pos Kota) – Diduga tidak ditangani dengan semestinya oleh petugas Reserse Kriminal Polres Pesawaran, korban penganiayaan Samsudin (50) warga Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, mengadu ke bagian Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Lampung, Jumat (19/5/2017).

“Saya sudah dua kali melaporkan kasus penganiayaan yang nyaris membunuh saya ke bagaian Propam Polda Lampung,”kata Samsudin di temani anak menantunya Kurniawan, saat mengadukan permasalahannya di Geraha Jurnalis Polda Lampung.

Kronologi penganiayaan itu kata Samsudin, 13 April 2017 pukul 18.00 WIB lalu, saat korban menonton televisi di bengkel, pelaku datang hendak meminjam peralatan bengkel. Tiba-tiba saja pelaku Saini mencabut badik yang diarahkan kepada korban dan menarik korban keluar dari rumah.

Di luar rumah, antara korban dan pelaku sempat terjadi cekcok mulut, seorang pelaku lainnya yakni, Sueb menombak punggung korban Setengah tak sadarkan diri, korban sempat berteriak minta tolong. Teriakan korban didengar oleh keponakannya.

Melihat kondisi korban berlumuran darah, keluarga membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung. Cepat mendapat perawatan medis korban selamat.

Tidak terima, keluarga korban dengan berbekal hasil visum dari rumah sakit langsung melaporkan kejadian tersebut ke bagian Reserse Kriminal Polres Pesawaran.

Mendapat laporan tersebut, penyidik Reskrim Polres Pesawaran, telah melakukan penyelidikan, pemeriksaan terhadap pelaku dan prarekonstruksi kejadian. Namun, sayangnya hingga saat ini korban belum mendapatkan kejelasan tentang penanganan kasus itu.

“Saya tidak mengerti kenapa pada saat rekonstruksi, pelaku tidak dihadirkan dengan alasan sakit tapi tanpa dilampiri keterangan dokter. Saat itu ada salah seorang petugas yang selalu saja mengokang senjatanya. Tidak hanya itu, petugas itu juga berkata, “ goloknya ada sama saya”, kata-kata itu selalu diulang-ulangnya, seolah-olah ingin membuat kami takut,”kata Samsudin yang diamani oleh Kurniawan.

Merasa penanganan petugas tidak semestinya, akhirnya Samsudin bersama Kurniawan melaporkan ke bagian Propam Polda Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Sulistyaningsih mengatakan, bagi masyarakat yang merasa tidak puas dengan penanganan petugas, prosedurnya harus lebih dulu melapor kepada Kapolres. “Jika memang tidak ada kejelasan, maka masyarakat baru bisa melapor ke Polda Lampung terkait dengan kurangnya pelayanan petugas tersebut,”jelasnya.(koesma)