Monday, 21 August 2017

Penasehat Hukum : Foto Bugil Firza Husein di Chat WhastApp Hasil Editan

Jumat, 19 Mei 2017 — 19:10 WIB
Firza Husein

Firza Husein

JAKARTA (Pos Kota) – Azis Yanuar, pengacara Firza Husein menyebut chat berisi konten pornografi yang juga memuat foto bugil kliennya adalah hasil editing. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya beberapa icon serta bagian yang tidak sesuai.

“Foto yang beredar selama ini yang juga digunakan sebagai objek untuk diperiksa sebagai barang bukti menjerat FH dalam kasus dimaksud ini sudah merupakan hasil editing yang dibuktikan dengan ada beberapa icon di beberapa bagiannya. Oleh karenanya perkara ini jelas dibangun dengan menggunakan foto dan fake WA chatting hasil proses editing,” kata Azis melalui keterangan tertulis yang diterima poskotanews.com, Jumat, (19/5/2017).

Bahkan ia sampaikan, kasus sengaja dibuat dengan mengkaitkan nama pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) dengan tujuan agar kredibilitasnya hancur dihadapan publik. Nama Habib Rizieq disandingkan dengan Firza Husein agar terkesan logis.

“Tujuan utama perkara ini menghancurkan kredibilitas HRS adalah untuk meruntuhkan kepercayaan umat terhadap HRS agar tidak lagi mampu memimpin untuk menyuarakan kritik umat terhadap jalannya roda penyelenggaraan negara,” ujarnya.

pengacara-firza-husein

Azis Yanuar, pengacara Firza Husein

Kasus juga sengaja dimunculkan oleh pihak lain yang menyalahgunakan kekuasaannya karena tidak suka dengan kritik yang disuarakan Habib Rizieq. Sehingga menjadikan aparat penegak hukum melakukan abuse of power untuk membungkam pihak yang kritis melalui rekayasa hukum dan menjadikan hukum sebagai alat represi.
(BACA : Ahli Memastikan Foto di Chat WhatsApp Porno adalah Firza Husein)

Azis berharapa agar penegak hukum menjalankan asas equality before the law, bersikap profesional, modern dan terpercaya.

“Ironi hukum yang paling buruk dalam UU pornografi adalah dengan menjadikan korban tindakan penyebaran pornografi sebagai tersangka, apalagi mengkriminalisasi seseorang dengan content porno hasil editing atau rekayasa dari orang yg tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (Yendhi)